Pandemi Kian Menguatkan Kolaborasi di Manokwari

Laporan: Samuel Sirken, Manokwari

Pandemi Covid-19 mengharuskan warga Manokwari menjaga sekat fisiknya. Pada saat yang sama, semangat untuk berkolaborasi di daerah ini semakin menguat. Kerja sama digalang demi percepatan pemulihan kesehatan dan ekonomi.

RATUSAN orang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Balai Kampung Udapi Hilir, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Senin (27/9/2021). Mereka datang silih berganti sejak pagi dan tertib mengikuti alur tahapan vaksinasi, mulai registrasi peserta, pemeriksaan kesehatan, penyuntikan vaksin, hingga observasi pascaimunisasi.

Di bagian pemeriksaan kesehatan, misalnya, tampak salah seorang dokter dari Puskesmas Prafi, mengukur tekanan darah peserta vaksin satu persatu. Sementara itu, di bagian lain, sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dari RS Bhayangkara Polda Papua Barat menyuntikkan vaksin kepada peserta yang lulus pemeriksaan kesehatan.

Nakes dari RS Bhayangkara Polda Papua Barat dan Puskesmas Prafi yang bertugas hari itu sekitar delapan orang. Mereka tiba di Balai Kampung Udapi Hilir dengan kendaraan mobil Gerai Vaksin Keliling milik Polda Papua Barat.

Sulit rasanya membedakan antara nakes RS Bhayangkara dengan Puskeskmas Prafi saat mereka membaur melayani masyarakat. Sejauh ini, yang terlihat hanya kekompakan dan semangat saling mengisi demi memenuhi target penyuntikan dosis vaksin sebanyak 1.000 orang setiap hari.

Sebanyak 452 orang yang berhasil divaksinasi hari itu. Diantara 452 orang itu ada 2 Kepala Suku yang ikut disuntik vaksin, yakni Yavet Ullo kepala suku Kampung Bogor Prafi dan Obet Mandacan kepala suku Hatam Hamub.

Direktur Pamobvit Polda Papua Barat Kombes Pol Hadi Winarno mengatakan, keikutsertaan dua kepala suku dalam program vaksinasi tersebut, semoga juga mendorong  masyarakatnya atau orang asli Papua (OAP) untuk juga ikut divaksin.

“Penerima vaksin dosis pertama Sinovac sebanyak 91 orang dan dosis kedua sebanyak 303 orang. Sedangkan vaksin jenis Sinopharm untuk dosis pertama sebanyak 48 orang dan Astra Zeneca dosis kedua sebanyak 4 orang. Jadi total keseluruhan warga yang divaksin sebanyak 452 orang, dengan klasifikasi masyarakat umum sebanyak 208 orang, pelajar 244 orang, orang asli Papua sebanyak 17 orang, serta Non orang asli Papua sebanyak 448 orang,” papar Hadi Winarno

Selain di Prafi, Gerai Vaksin Kelililing TNI-Polri juga menyambangi warga di Gereja Manyosi Wirsi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Selasa (28/9/2021).

Vaksinasi yang diinisiasi Polda Papua Barat itu berhasil menyuntik 253 dosis vaksin kepada warga, dengan rincian sebagai berikut: untuk penerima vaksin jenis Sinovac dosis pertama sebanyak 25 orang dan dosis kedua 115 orang. Sedangkan vaksin jenis Sinopharm untuk dosis pertama sebanyak 93 orang dan Astra Zeneca dosis pertama sebanyak 2 orang dan dosis kedua 18 orang.

Ratusan warga tersebut tidak hanya menerima vaksin, tapi juga dibagikan paket sembako begitu selesai mengikuti vaksinasi.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi berharap gerai vaksinasi keliling ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses vaksin Covid-19, sehingga penyebaran penerima vaksin akan lebih luas dan merata.

Pola vaksinasi yang sebelumnya berupa gelaran massal, kini diubah menjadi jemput bola ke komunitas warga dan kampung-kampung. Hal itu karena sasaran vaksinasi mayoritas lansia. Satu unit mobil gerai vaksin ditarget melayani 100 hingga 500 orang peserta vaksinasi, sehingga setiap hari tercapai 1.000 dosis penyuntikan.

“Meski memprioritaskan lansia, semua penduduk yang memenuhi syarat sebagai penerima vaksin tetap dilayani,” kata Adam Erwindi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang mengatakan target vaksinasi Covid-19 sebanyak 1.000 dosis sehari tersebut, tidak main-main. Sebelumnya, setiap puskesmas hanya mampu melayani vaksinasi sebanyak 100 dosis sampai 200 dosis per hari. Itupun, sehari hanya menjangkau satu tempat.

“Selain jumlah vaksinator yang terbatas, nakes di puskesmas harus berbagi dengan pekerjaan lain, seperti menangani pemeriksaan ibu hamil dan persalinan, imunisasi rutin untuk balita, dan pengobatan penyakit bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Marthen .

Meski demikian, Pemkab Manokwari terus berupaya menggenjot capaian vaksinasi Covid-19 di wilayahnya dengan merangkul berbagai kalangan, seperti sekolah-sekolah, kampus-kampus, organisasi keagamaan, organisasi profesi, dan kerukunan masyaraakat adat. Selain itu bekerjasama dengan Polda Papua Barat, Polres Manokwari, Kodam Kasuari, dan Kodim Manokwari.

Dengan banyaknya dukungan itu tersebut, vaksinasi Covid-19 mampu menyasar 1.000 orang setiap harinya. Namun, capaian tersebut tetap masih kurang sehingga diperlukan dukungan yang lebih besar dari lebih banyak pihak. Sebab, percepatan vaksinasi menjadi ikhtiar penting mengatasi pandemi.

Melalui vaksinasi, kekebalan secara komunal bisa terbentuk. Kekebalan inilah, yang menjadi senjata untuk melawan sebaran virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19. Kekebalan komunal terbentuk, apabila minimal 70 persen penduduk sudah tervaksin.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Papua Barat, vaksinasi dosis pertama di Manokwari sampai dengan Rabu (29/9/2021), baru diberikan kepada 70.198 orang atau sekitar 50,9 persen dari target 132,723 sasaran penerima vaksin. Capaian vaksinasi dosis kedua lebih rendah lagi yakni baru 44,368 atau sekitar 33,4 persen. Selain itu, baru 5.000 lansia di seluruh Papua Barat yang menerima dosis pertama.

Penguatan Ekonomi

Sinergi dan kolaborasi yang dibangun di Manokwari sebenarnya bukan hal baru dan tak hanya di bidang kesehatan. Kegiatan serupa pernah dilakukan dalam upaya memulihkan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19 melalui kegiatan Pasar Murah di Lapangan Borarsi Manokwari yang berlangsung selama tiga hari pada Mei 2021.

Saat itu, sejumlah distributor antara lain CV Makmur Perkasa, Toko Bandang, Toko Peringin, dan Sinar Suri, memberikan dukungan moral dan material kepada pemerintah daerah yang menggelar acara di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Dukungan itulah yang menguatkan Manokwari sehingga mampu mengatasi beragam tantangan yang tidak ringan.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bupati Manokwari Hermus Indou, dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua Barat juga memberikan dukungan material dengan berpartisipasi dalam kegiatan Pasar Murah tersebut. Acara ini bertujuan menyemangati pengusaha, distributor dan terutama masyarakat agar terus berusaha meski dihadang pandemi.

Pandemi boleh saja melebarkan jarak fisik antarwarga di Manokwari. Namun, semangat bersinergi dan berkolaborasi harus terus bersemi di berbagai lini agar pemulihan sendi-sendi kehidupan yang terimplikasi pandemi bisa diakselerasi. (*)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 30 September 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: