Panitia Siapkan Pelaksanaan Musyawarah Adat Suku Mpur

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Panitia mulai menyiapkan segala keperluan agar pelaksanaan musyawarah adat Suku Mpur, Kabupaten Tambrauw, berjalan maksimal. Berbagai langkah yang dilakukan antara lain, menyosialisasikan rencana musyawarah melalui media massa. Setelah itu, panitia akan menyampaikan langsung rencana musyawarah kepada seluruh masyarakat adat Suku Mpur di Manokwari, Sorong ataupun di Tambrauw sendiri.

“Ada empat titik sosialisasi yang kita rencanakan, yaitu Ambarbaken, Mubrani, Warokon dan di Kebar dua tempat,” ucap Ketua Panitia Musyawarah Adat Suku Mpur Nico Anari saat menggelar konferensi pers di Manokwari, Rabu malam (10/11/2021).

Ia menjelaskan, musyawarah adat Suku Mpur sebenarnya sudah diselenggarakan tahun 2020 tetapi terkendala situasi pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Sehingga, panitia kembali menjadwalkan penyelenggaraan musyawarah adat pada 21 sampai 23 April 2021 di Kebar, Tambrauw. Ada banyak hal yang nantinya dibahas bersama dalam musyawarah itu.

“Kita berharap semua masyarakat bisa ambil bagian, supaya kita bisa ambil satu kesimpulan dan sama-sama kawal,” terang Nico.

Ketua Stering Commite Melianus Ajoi menjelaskan, musyawarah adat dilatari beberapa hal. Meliputi, selama ini masyarakat adat hanyalah menjadi objek pembangunan karena tidak dilibatkan langsung mengelola kekayaan sumber daya alam baik tanah, hutan, laut maupun investasi energi. Kondisi ini menyebabkan banyak penolakan terhadap masuknya investasi. Kemudian, musyawarah juga sebagai langkah pengembangan potensi masyarakat adat dalam berbagai aspek kehidupan.

“Kita belum pernah mengumpulkan seluruh rumpun marga Mpur untuk duduk dan berbicara soal batas wilayah, seni budaya, dan tari-tarian,” tuturnya.

Ia melanjutkan, penyelenggaraan musyawarah adat memiliki lima tujuan. Pertama, sarana evaluasi peran dan keterlibatan masyarakat adat Suku Mpur dalam pembangunan. Kedua, pemetaan potensi, peluang, tantangan, kelemahan dan kekuatan masyarakat adat. Ketiga, membahas dan mencari solusi atas seluruh aktivitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Keempat, merencanakan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan secara kolektif guna menggapai masa depan Suku Mpur yang harmonis dan sejahtera.

“Tujuan kelima adalah memilih kepala suku besar Mpur yang baru. Karena yang lama, beliau sudah meninggal dunia,” ucap  Melianus Ajoi.

Ia berharap, rencana penyelenggaraan musyawarah adat Suku Mpur tidak diasumsikan sebagai peristiwa politik. Sebab, tema yang diusung semata-mata untuk keberlangsungan masyarakat adat Suku Mpur di masa mendatang.

“Tema kita ‘Masyarakat Mpur darimana, sedang apa dan mau kemana’. Masyarakat Mpur ini penjaga hutan,” pungkas dia.

Turut hadir dalam konferensi pers adalah Sekretaris Panitia Mika Asrouw, Koordinator Humas, Publikasi dan Dokumentasi Yohanes Ajoi, serta Bendahara I Julia Bompaya. (PB15)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 11 November 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: