Pegaf Berpotensi Kembangkan Bawang Merah

MANOKWARI, papuabaratnews.coKabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Provinsi Papua Barat, dinilai sangat berpotensi untuk pengembangan komoditas bawang baik merah maupun putih. Sebab, pasokan bawang di Papua Barat sangat bergantung terhadap kelancaran distribusi dari luar daerah seperti Makassar dan Surabaya.

“Daerah Pegaf itu potensial kita kembangkan lahan pertanian bawang merah,” ucap Kepala Unit Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Papua Barat, Aries Purnomohadi, saat dikonfirmasi awak media di Manokwari, Kamis (25/6/2020).

Ia melanjutkan, sebelum rencana budidaya bawang direalisasikan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan sampel tanah di laboratorium, iklim dan ketinggian wilayah. Hal itu merupakan bagian dari persyaratan untuk menghasilkan bawang merah yang berkualitas. Namun, rencana tersebut akan dikoordinasikan dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua Barat.

“Kita akan coba dengan lahan demplot (Demonstrasi plot) dulu, sekitar ¼ hektar bahkan bibitnya akan dipilih mana yang cocok ditanam,” terang Aris.

Selain Kabupaten Pegaf, Bank Indonesia juga telah melakukan survei ke Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan. Pola pendekatan yang dilakukan adalah pembinaan terhadap petani lokal atau klaster binaan Bank Indonesia dengan pemanfaatan lokasi demplot.

“Kami juga sudah punya satu klaster binaan di sana, dan petani-petani di sana bersedia untuk mengujicoba buat demplot. Kalau berhasil, kami akan jajaki dengan daerah lain,” ujar Aries.

Dari data BI Papua Barat, jumlah pasokan bawang merah lokal hanya mampu mencapai 7 persen dari total kebutuhan. Pasokan bawang merah dari dalam daerah berasal dari Kabupaten Manokwari Selatan (83 persen) dan Kabupaten Tambrauw (14 persen). Pasokan dari kedua daerah ini belum mampu menjawab seluruh permintaan konsumen, akibatnya ketersediaan bawang merah sangat bergantung pada kelancaran distribusi dari luar daerah. Sementara untuk komoditas bawang putih, seluruh pasokannya bergantung terhadap kelancaran distribusi dari luar daerah.

Aries pun berharap, dengan adanya rencana kerjasama antar daerah di wilayah Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua) maka masalah keterbatasan pasokan sejumlah komoditas pangan di Provinsi Papua Barat akan teratasi. Dengan demikian, stabilisasi inflasi juga berjalan sesuai ekspektasi bersama. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: