Pelaksanaan Imunisasi Campak dan Rubella, Papua Barat Capai Peringkat 7 dari 28 Provinsi

MANOKWARI, papuabaratnews.coPelaksanaan kampanye imunisasi campak dan rubella (vaksin measles rubella atau MR) yang tengah gencar dilakukan oleh Dinas Kesehatan baik provinsi maupun kabupaten di Papua Barat, telah menunjukan perkembangan yang signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Papua Barat Otto Parorongan, mengatakan, dari data pelaksanaan imunisasi selama sepekan berhasil membawa Papua Barat menduduki peringkat ketujuh dari 28 provinsi yang ada di luar Pulau Jawa.

“Total anak yang disuntik mencapai 53.682 dari sasaran sebanyak 266.463 orang anak di Papua Barat,” ucap dia melalu rilis pers yang diterima redaksi Papua Barat News, Selasa (7/8/2018).

Dia menerangkan, dari 13 kabupaten/kota terdapat lima kabupaten yang berhasil mencapai peringkat lima besar dari persentase cakupan sasaran dari pelaksanaan imunisasi massal campak dan rubella.

Kelima kabupaten itu antara lain, Kabupaten Teluk Wondama sebanyak 52,77 persen, Kabupaten Teluk Bintuni 51,90 persen, Kabupaten Manokwari Selatan 36,72 persen, Kabupaten Sorong 26,43 persen dan Kabupaten Tambrauw sebanyak 26,17 persen.

Sedangkan persentase untuk puskesmas yang berhasil menduduki peringkat 10 besar di Papua Barat berdasarkan data dari Pusat Informasi (Pusdatin) Dinas Kesehatan Papua Barat yakni, Puskesmas Meyado 212,67 persen, Puskesmas Sobey 209,95 persen, Puskesmas Roswar 121,80 persen, Puskesmas Mubrani 114,49 persen, Puskesmas Yembun 105,62 persen, Puskesmas Wondiboi 105,54 persen, Puskesmas Aisandami 105,14 persen, Puskesmas Tairi 103,70 persen, Puskesmas Weriagar 101,58 persen dan yang terakhir adalah Puskesmas Aranday 101,01 persen.

“Selamat juga untuk Puskesmas dalam mencapai 10 besar cakupun kumulatif tertinggi di Papua Barat meliputi Puskesmas Malawili 3291, Bintuni 2858, Klasman 2188, Remu 2044, Sorong Barat 1917, Manimery 1720, Sanggeng 1678, Puskesmas Wandiboi 1674, Sorong Timur 14,89 dan Sorong Timur 1378,” ujar dia.

“Semoga anak-anak kita semakin sehat dan bebas dari penyakit mematikan dan menimbulkan kecacatan ini,” ucap dia menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Hendrik Sembiring, menambahkan, pelaksanaan kampanye imunisasi massal sudah dilakukan sebelumnya pada 2017 di enam provinsi yang ada di Pulau Jawa, sehingga untuk tahap dua pelaksanaan difokuskan pada daerah di luar Pulau Jawa.

“Di luar Pulau Jawa ini dilaksanakan sejak tanggal 1 Agustus 2018 kemarin, di kabupaten-kabupaten di Papua Barat juga sudah laksanakan,” ucap dia.

Dia pun mengakui bahwa, di Distrik Masni Kabupaten Manokwari sempat terjadi penolakan akibat dari beredarnya informasi MUI Papua Barat di media sosial yang mempersoalkan sertifikasi kehalalan dan berdampak pada penurunan grafik. Dengan demikian, pihak Dinkes Kabupaten tetap menjalankan imunisasi secara bijaksana artinya tidak ada unsur pemaksaan. Di Manokwari sendiri ada sembilan Puskesmas dengan jumlah sasaran anak yang diimuniasi sebanyak 45.550 orang.

“Bagi yang menolak kita geser, karena tidak semua yang muslim di Manokwari. Namun, ada yang muslim juga mau diimunisasi. Di beberapa daerah yang mayoritas muslim tetap berjalan baik,” tutur dia.

Sebelumnya, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati pun terlibat dalam pelaksanaan kampanye tersebut dengan membawa anak bungsunya, Mubaraq Umlati, untuk divaksinasi MR, Senin (8/6). Bupati menegaskan vaksinasi itu merupakan langkah preventif pemerintah untuk mencegah terjangkitnya penyakit Measles dan Rubella pada nak-anak usia dini, khususnya di Kabupaten Raja Ampat.

“Saya harap semua anak di Kabupaten Raja Ampat mendapat imunisasi ini,” ujar Bupati melalui pesan WhatsApp.

Bupati didampingi istrinya membawa anak bungsunya untuk divaksinasi usai mencanangkan imunasi MR di kabupaten itu. Pencanangan program nasional itu turut dihadiri, antara lain, Wakil Bupati Raja Ampat, Manuel P Urbinas dan Sekda Yusup Salim.

“Imunisasi vaksin MR sudah dicanangkan di Raja Ampat. Kami harap informasi ini akan sampai ke seluruh masyarakat Raja Ampat hingga ke kampung-kampung, supaya anak-anak mereka bisa dapat imunisasi MR ini,” pungkasnya.(PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: