September 2021, Penduduk Miskin di Papua Barat Naik

MANOKWARI – Jumlah penduduk miskin di Provinsi Papua Barat pada September 2021 sebanyak 221,29 ribu orang atau terjadi kenaikan 2,2 ribu orang, jika dibandingkan kondisi Maret 2021 (219,07 ribu penduduk miskin). Dan, bila dibandingkan dengan kondisi September 2020, jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan 6,07 ribu orang.

Koordinator Fungsi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat, Robert Ronytua Pardosi mengatakan, penduduk miskin baik di perkotaan maupun perdesaan mengalami peningkatan. Pada September 2021, ada 28,19 ribu penduduk miskin di perkotaan. Jumlah ini naik sebesar 0,18 ribu orang jika dibandingkan Maret 2021 yang hanya 28,01 ribu orang.

“Di perdesaan juga naik 2,04 ribu orang yaitu dari 191,06 ribu orang pada Maret 2021 menjadi 193,10 ribu orang pada September 2021,” ujar Robert saat menggelar konferensi pers, Senin siang (17 Januari 2022).

Ia menjelaskan, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah penduduk miskin tesebut.

Antara lain, pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap aktivitas perekonomian masyarakat, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2021 terkontraksi 1,76% (yoy), konsumsi rumah tangga turun 0,59% (quarter to quarter/q-to-q), rata-rata pengeluaran per kapita per bulan pada kelompok Desil 1 turun hingga 1,95%, pertumbuhan kenaikan pendapatan per kapita per bulan pada kelompok Desil 2 masih di bawah rata-rata garis kemiskinan, cakupan rumah tangga yang menerima bantuan sosial (Program keluarga harapan) turun 3,09%, dan rumah tangga yang menerima bantuan sembako juga turun 5,17%.

“Ada sejumlah fenomena sosial kemiskinan pada September 2021,” jelas Robert.

Namun secara persentase, sambung dia, tingkat kemiskinan Papua Barat justru mengalami penurunan sangat tipis 0,02% poin yaitu dari 21,84% pada Maret 2021 menjadi 21,82% pada September 2021.

Ada beberapa yang mempengaruhi turunnya tingkat kemiskinan. Meliputi, pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh positif 1,72% (year on year/yoy) dan tingkat pengangguran kondisi Agustus 2021 turun 0,34% poin dibanding Februari 2021

“Ada hal positif yang membuat tingkat kemiskinan menjadi turun sedikit atau relatif sama dengan Maret 2021,” terang Robert.

Ia menambahkan, Papua Barat menjadi provinsi dengan persentase penduduk miskin terbanyak kedua di Indonesia, setelah Provinsi Papua (Pertama). Ada beberapa provinsi yang mengalami kenaikan persentase kemiskinan pada September 2021 dibandingkan Maret 2021. Yaitu, Sulawesi Barat, Papua, Aceh, Bali dan Sulawesi Tenggara.

“Papua Barat posisi kedua, Provinsi NTT ketiga dan Maluku keempat,” ucap Robert.

BPS Papua Barat merilis kondisi kemisikan periode September 2021, di Aula BPS Papua Barat di Manokwari.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Analisis Makro Ekonomi Daerah Bappeda Papua Barat Noval Atamini menuturkan, pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk memformulasikan langkah atau kebijakan dalam mengentaskan masalah kemiskinan.

Khusus di perdesaan, pemerintah pusat dan daerah telah meluncurkan program yang memprioritaskan pembangunan kawasan perdesaan. Namun, program tersebut perlu dilakukan pengkajian kembali guna mengetahui tingkat efektivitasnya.

“Data BPS ini akan kami gunakan untuk rencana pembangunan tahun 2023 nanti. Nanti kami koordinasi dengan kabupaten/kota lagi,” ucap dia.

Menurut dia, pemerintah daerah berkomitmen untuk mengubah pola pendekatan agar disparitas kemiskinan antara kota dan desa, perlahan-lahan dapat diperbaiki. Selain itu, pengentasan kemiskinan di Papua Barat membutuhkan upaya ekstra karena kondisi geografis yang berbeda dengan provinsi lainnya di Indonesia. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: