Perempuan Disabilitas bukan Obyek Belas Kasihan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Perempuan adalah salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa. Karenanya perempuan perlu mendapatkan tempat yangvlayak dalam pembangunan. Demikian juga para perempuan penyandang disabilitas. Mereka tidak boleh jadi obyek belaskasihan. Tapi harus diberdayakan.

“Mereka tidak boleh jadi obyek belas kasihan pada setiap momentum pemberian bantuan. Akan tetapi harus diberdayakan supaya bisa mandiri dan mengangkat harkat dan martabat mereka,” ujar Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Provinsi Papua Barat Pdt Sherly Parinussa di Manokwari, Selasa pekan lalu.

Dia mengatakan, HWDI sebagai salah satu wadah yang menghimpun para perempuan disabilitas di seluruh Indonesia menghendaki kualitas para anggotanya diketahui oleh publik. Dorongan itu dilatarbelakangi oleh sejumlah keahlian yang patut ditonjolkan oleh para perempuan dari berbagai keterbatasan baik fisik, sensorik, mental dan juga intelektual tersebut.

“HWDI mengumpulkan seluruh perempuan Indonesia untuk bersama-sama memperjuangkan hak-hak yang harus mereka terima. Termasuk di Papua Barat ini,” kata dia.

Menurut dia, perempuan disabilitas juga adalah Ibu Rumah Tangga. Mereka juga memiliki anak seperti perempuan yang lain. Olehnya, mereka juga berhak untuk dilindungi sehingga kemudian dapat melindungi keluarga mereka.

“HWDI lahir sebagai dampak dari tuntutan global terhadap perlindungan dan pemberdayaan perempuan disabilitas yang seringkali mengalami diskriminasi berlapis. Masih terlalu banyak yang menganggap remeh para penyandang disabilitas ini,” ungkap Pdt Sherly.

Dirinya menjelaskan, dalam wadah HWDI Papua Barat, terdapat banyak anggota yang memiliki keahlian khusus yang sama bahkan tidak banyak dimiliki oleh masyarakat pada umumnya. Keahlian tersebut antara lain, pengrajin Noken, pengrajin souvenir dari bahan alam, penulis buku, dan masih banyak keterampilan lainnya.

“Saya selalu berpesan kepada para mereka, apapun yang dikatakan orang, tidak boleh menggugurkan semangat kalian untuk terus berkarya bagi bangsa dan daerah ini,” tuturnya.

Dia berharap, pemerintah daerah dapat memaksimalkan potensi dan keterampilan yang dimiliki oleh para perempuan disabilitas di wilayah Papua Barat agar dapat berdayaguna demi kesejahteraan keluarga mereka. Juga demi meninggikan harkat dan martabat mereka di hadapan masyarakat lainnya.

“Sehingga selaras dengan misi kami memupuk solidaritas dalam menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan penyandang disabilitas serta mengupayakan terwujudnya kesejahteraan sosial mereka. Kami meminta kiranya pemerintah bisa menyediakan tempat bagi perempuan disabilitas untuk berkarya seperti bengkel kerja untuk dapat bekerja secara maksimal,” pungkasnya. (PB25)

 

**Berita ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Senin 17 Mei 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: