Realisasi APBD Manokwari Dinilai Melenceng

MANOKWARI, PB News – Implementasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Manokwari 2018 dinilai melenceng dari kesepakatan. Ada sejumlah pos anggaran yang realisasi kucurannya tidak sesuai, misalnya anggaran bantuan kepada yayasan dipangkas hingga setengah dari yang telah disepakati.

“Bantuan hibah kepada yayasan seharusnya Rp150 juta namun, dalam realisasi hanya Rp75 juta. Ini jauh sekali dari kesepakatan yang telah melalui proses pembahasan panjang APBD Manokwari tahun ini,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Manokwari, Yustinus Maidogda, saat dikonfirmasi Papua Barat News, Rabu (4/4/2018).

Selain itu, perbaikan sejumlah ruas jalan yang sebelumnya sudah dibahas dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2018, namun dalam kenyataan tidak masuk dalam APBD Manokwari 2018.

“Jalan penghubung antara SP 6 ke SP 7 ini sudah masuk dalam KUA-PPAS namun dalam APBD setelah kesepakatan tidak ada. Padahal kondisi jalan tersebut sudah sangat parah dan membutuhkan perhatian Pemerintah Daerah Manokwari,” katanya.

Dengan adanya ketidaksinkronan realisasi anggaran itu, dirinya kan meminta agar pimpinan DPRD Manokwari segera membentuk panitia khusus (Pansus) APBD, guna menelusuri kepincangan realisasi anggaran tersebut.

Perbedaan kesepakatan antara pihak DPRD Manokwari dan Pemda Manokwari patut dipertanyakan.

“APBD 2018 telah melalui proses pembahasan dan kesepakatan. Namun setelah itu kesepakatan itu hilang berubah total setelah penyerahan DPA ini kenapa,” tegasnya lagi.
Dia pun sangat menyesalkan kondisi tersebut dan akan dibawa ke rapat-rapat DPRD Manokwari. Pasalnya sesuai UU DPRD bisa mengusulkan program kepada pemerintah namun usulan itu tidak diakomodir oleh pemerintah. (PB9)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: