Stok Kit Reagen di RS Provinsi Papua Barat Menipis

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Stok kit reagen untuk tes Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Laboratorium Rumah Sakit Umum Provinsi Papua Barat mulai menipis, dan diperkirakan akan habis pada pertengahan Agustus ini. Sebab, penggunaannya meningkat akibat lonjakan kasus dalam dua bulan terakhir.

“Sehingga persediaan awal yang sudah kita targetkan hingga akhir tahun habis terpakai,” ujar Direktur RSU Provinsi Papua Barat dr. Arnold Tiniap kepada awak media di Manokwari, Kamis (5/8/2021).

Dia menerangkan, selama terjadi lonjakan kasus pada bulan Juni dan Juli yang lalu, pihaknya menggunakan banyak kit reagen PCR untuk memeriksa para kontak erat dari pasien yang terkonfirmasi positif. Selain itu, digunakan untuk melayani swab PCR bagi pelaku perjalanan yang hendak bepergian ke luar daerah.

“Karena banyak daerah di luar sana mengharuskan Swab PCR sebagai syarat untuk masuk ke wilayah mereka,” imbuhnya.

Untuk menekan angka penggunaan serta menjaga ketersediaan alat yang ada saat ini, pihaknya tidak melayani pemeriksaan swab PCR bagi pelaku perjalanan. Stok yang ada saat ini hanya diprioritaskan kepada pasien yang bergejala serta kontak erat dengan pasien yang positif Covid-19.

“Untuk sementara kita tidak layani pelaku perjalanan,” sebut Dokter Arnold.

Oleh karena tidak melayani pelaku perjalanan, pihaknya berkoordinasi dengan KKP untuk memberikan kelonggaran bagi pelaku perjalanan yang keluar dari Papua Barat. Kelonggaran tersebut berupa rapid antigen sebagai syarat perjalanan.

“Nanti setelah sampai di tempat tujuan yang mempersyaratkan PCR, mereka harus mengikuti peraturan yang berlaku di sana,” jelas dia.

Semula, lanjut Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat, pihaknya mendatangkan 15 ribu unit kit reagen PCR untuk penggunaan tahun 2021. Akan tetapi jumlah tersebut hampir habis digunakan di pertengahan tahun, sehingga perlu tambahan yang cukup banyak. Mengingat saat ini masih tersisa beberapa bulan menuju akhir tahun 2021. Dan, RS Provinsi sudah menyurati Kementerian Kesehatan untuk meminta tambahan 30 ribu unit kit reagen PCR. Akan tetapi semuanya bergantung pada kemampuan kementerian kesehatan untuk membantu.

“Sudah proses dan tinggal menunggu waktu saja. Karena kalau tidak ada tambahan, maka persediaan yang ada dipastikan akan habis pada pertengahan bulan Agustus ini,” tutup dia. (PB25)

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Senin 9 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: