Survei Penilaian Integritas Dilaksanakan secara Online

RANSIKI – Akibat meluasnya pandemi Covid-19, maka sejak 2021 Survei Penilaian Integritas (SPI) dilaksanakan secara online.

Sekretaris Inspektorat Manokwari Selatan (Mansel) Hariadhi menerangkan, pelaksanaan SPI melibatkan tenaga pendamping yang dipilih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Survei mencakup tiga indikator. Pertama, secara internal yakni seluruh ASN secara acak oleh KPK. Kedua, secara eksternal yakni masyarakat yang menerima pelayanan publik, contohnya pelayanan di Capil dan PTSP. Surveinya bukan ke dinas, tapi ke individu yang melaksanakan pelayanan publik. Ketiga, survei untuk tenaga ahli, yang melibatkan BPK, BPKP dan Ombudsman, serta Kejaksaan,” ungkap Hariadhi di Ransiki, Rabu (19/1/2022).

Menurut Hariadhi, terdapat kelemahan dalam pelaksanaan SPI ini, lantaran minimnya pemahaman sejumlah pihak.

“Kelemahannya karena kurangnya sosialisasi. Banyak yang berpikir bahwa survei yang dilakukan KPK itu seolah-olah untuk menjebak mereka. Padahal itu dilakukan untuk melihat tingkat integritas terhadal pelayanan,” terangnya.

Ia menyebutkan, sebanyak 109 responden yang disurvei dan para responden itu tersebar di 26 unit kerja internal.

“Untuk eksternal ada 33 responden, sementara untuk tenaga ahli sebanyak 10 responden,” katanya.

“Hasilnya kita memperoleh 69,2 persen. Artinya skor integritasnya kita tidak termasuk di posisi bawah. Karena standar yang diberikan KPK adalah 70 persen,” paparnya.

Berdasarkan hasil survei tersebut, KPK lalu menyampaikan beberapa rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti di Mansel.

“Kami akan menindaklanjutinya dengan melakukan sosialisasi terkait setiap tugas KPK di daerah, yakni MCP, LHKPN, SPI dan program pengendalian sosialisasi,” ujarnya. (PB24)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: