Target PAD Manokwari Tahun 2022 Diperkirakan tak Tercapai

MANOKWARI – Terget pendapatan asli daerah (PAD) Manokwari tahun 2022 diperkirakan tidak tercapai. Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Manokwari, Umrah Nur membeberkan bahwa hingga 30 November, capaian pendapatan mencapai 80,9 persen, dimana dari Rp63 miliar sudah mendapat Rp52,4 miliar.

“Masih ada sisa 10 miliar lagi yang kita kejar. Hingga Desember 2022 kita targetkan capaian nya sampai 58 miliar jadi target 63 miliar dalam tahun 2022 ini tidak akan tercapai,” bebernya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/12/2022).

Meski demikian, kata Umrah, pihaknya akan terus menggenjot pendapatan semaksimal mungkin di akhir tahun.

“Namun kita akan berusaha mendapatkan pendapatan asli daerah semaksimal mungkin karena melihat situasi dan kondisi kita targetkan sampai Desember 2022 capai Rp58 miliar,” ujarnya.

Sementara untuk lima jenis pajak daerah, sudah 100 persen yakni pajak restoran, hiburan, air tanah, parkir dan BPHTB. Kemudian pajak yang lain bervariasi antara 50 sampai 60 persen.

Umrah menerangkan, ada beberapa pajak yang sulit direalisasikan, yakni pajak reklame dan pajak mineral. Hal ini dikarenakan pihaknya masih melihat situasi dan kondisi saat ini, dimana banyak pengusaha yang menunggu perkembangan ekonomi, sehingga hanya sedikit yang memasang reklame.

“Banyak menurunkan reklame nya sehingga pendapatan reklame belum maksimal. Sedangkan untuk pajak mineral, sebenarnya bisa kami kejar, namun masih ada tarik ulur antara SDIC dengan Bapenda. Karena mereka menganggap pembayaran pajak mineral ini diberikan dalam bentuk pembayaran hak ulayat, dan seharusnya tidak seperti itu karena sudah keluar surat penolakan dari Bupati Manokwari untuk melakukan perpanjangan nilai pajak ke SDIC sehingga kami bisa mengejar untuk tunggakan nya,” terangnya.

Sementara itu, tunggakan PT. SDIC sebesar Rp1,5 miliar. Umrah mengatakan, pihaknya akan menagih tunggakan tersebut hingga akhir tahun 2022 ini.

Kalau SDIC mau membayar tunggakan pajak tersebut maka realisasi pajak mineral bisa mencapai 90 persen dan target Rp63 miliar tersebut bisa tercapai kalau SDIC mau membayar tunggakannya.

Selain itu, lanjut dia, Bapenda Manokwari juga masih mengejar pajak pembangunan perpanjangan runway Bandara Rendani Manokwari, yang mana baru tiga sub kontraktor yang melakukan pembayaran di Bapenda terkait pembangunan tersebut. “Bisa mencapai 90 persen jika SDIC dan Bandara ini bisa kita kejar,” tandasnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: