Tim Jejaring Keamanan Pangan Papua Barat Dilantik

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melantik tim jejaring keamanan pangan daerah Provinsi Papua Barat tahun 2019. Isu kemanan pangan menjadi sangat sensitif yang perlu diperhatikan oleh setiap pemerintah daerah.

Adapun tim jejaring kemanan pangan Papua Barat dipimpin oleh Kepala Bidang Keamanan Pangan Provinsi Papua Barat, dengan beranggotakan sejumlah pemangku kepentingan seperti Universitas Negeri Papua (Unipa), Balai Pengkajian Tanaman Pangan, Balai POM Manokwari, Polda Papua Barat, TP-PKK, dan dinas terkait di Provinsi Papua Barat.

“Hingga saat ini pola pengawasan keamanan pangan di Provinsi Papua Barat menganut pola multi institusi, dimana pengawasan masih dilaksanakan oleh beberapa lembaga pengawas yang bernaung di bawah lembaga yang berbeda. Hal ini dicerminkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 28 Tahun 2004,” kata Dominggus Mandacan.

Gubernur berpesan kepada Tim Jejaring Keamanan Pangan yang baru dilantik agar terus mengawasi secara ketat keamanan pangan, sebab terjadinya kasus ketidaknyamanan pangan di suatu negara akan menjadi isu global, dengan adanya arus informasi yang begitu cepat.

“Dalam kondisi tertentu untuk menjamin keamanan pangan, dituntut adanya sinergi dalam pengawasan pangan segar dan pangan olahan sehingga perlu disusun atau dibangun suatu system yang terintegrasi sehingga penting bagi para pemegang kebijakan untuk pengawasan sepanjang rantai pangan,” pesan Dominggus.

Selanjutnya, Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat melalui Surat Keputusan Menko Kesra Nomor 23 Tahun 2011 tentang Jejaring Keamanan Pangan Nasional (JKPN) dimana tujuan dibentuknya jejaring ini adalah untuk memfasilitasi pertukaran informasi antar lembaga terkait serta membangun kerjasama dalam rangka keamanan pangan.

Indikasi Penggunaan Formalin

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat mengungkap adanya indikasi penggunaan bahan pengawet formalin di komuditas bawang putih, bawang merah dan pinang kering yang beredar di Papua Barat.

“Bahan pengawet formalin ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia,” kata Kadis Ketahanan pangan Papua Barat, Rudy Johanes Kabes, Senin (27/5/2019).

Rudy menjelaskan, formalin adalah bahan pengawet termasuk pengawet mayat. Penggunaan formalin dalam bahan makanan dilarang pemerintah. Formalin yang tertelan manusia bisa menyebabkan antara lain kerusakan organ pencernaan, kanker otak, koma, bahkan kematian.

Hal ini akan diatasi melalui Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah Papua Barat, bekerjasama dengan BPOM dan koordinasi instansi terkait di kabupaten/kota.

“Tugas utama tim menjamin keamanan pangan baik segar dan olahan. Selain itu, juga memberi peringatan pada pelaku, hingga police line bila peringatan tak diindahkan,” tegasnya. (PB8)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: