Inforial

11 Calon Guru YPPK Ikut Tes Pre-Teaching

MANOKWARI, papuabaratnews.co Sebanyak 11 calon guru mengikuti seleksi penerimaan guru baru yang akan ditugaskan pada sejumlah lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Manokwari-Sorong.

Ketua PSW YPPK Wilayah Manokwari Yosep Yan Karmadi mengatakan, seleksi tersebut dilaksanakan menindaklanjuti pengumuman perekrutan tenaga guru yang sudah disampaikan pihaknya beberapa waktu yang lalu. Adapun seleksi meliputi 4 tahapan yaitu tes tertulis, tes penguasaan teknologi informasi, pre-teaching dan tes wawancara.

“Hari ini adalah tahapan ketiga dari rangkaian proses seleksi. Tahapan wawancara akan kita lakukan besok,” ujarnya kepada Papua Barat News di Manokwari, Senin (25/1/2021).

Yan Karmadi mengungkapkan, berdasarkan proses seleksi tersebut, pihaknya akan memilih calon guru yang memiliki kemampuan cukup untuk mendidik siswa yang mengenyam pendidikan di beberapa sekolah yang dinaunginya. Hasil seleksi akan diumumkan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan yaitu pada 10 Februari 2020.

“Kita akan umumkan sesuai dengan jumlah tenaga guru yang kita butuhkan,” kata dia.

Dia menjelaskan, dari 11 orang calon guru yang mengikuti seleksi tersebut, tidak semua formasi guru yang dibutuhkan terisi. Hal itu disebabkan sebagian besar peserta seleksi adalah guru Bahasa Inggris dan PKN. Sementara kebutuhan akan guru Agama Katolik belum dapat terpenuhi.

“Kami masih kesulitan mendapatkan guru Agama Katolik. Karena kebutuhan akan guru Agama Katolik adalah 3 orang,” ungkapnya.

Salah seorang anggota tim seleksi Petronela Ell mengatakan, proses seleksi dilakukan sesuai dengan standar dan prosedur yang sudah ditentukan oleh Yayasan. Setiap peserta diharuskan menguasai 10 aspek penilaian sesuai dengan standar yang ada diantaranya, kesiapan materi pembelajaran, media pembelajaran, penguasaan kelas, interaksi dengan peserta didik, dan beberapa aspek lainnya.

“Semua aspek ini kita berikan penilaian.  Jadi kalau tea pre-teaching ini nilai bagus maka kemungkinan diterima akan lebih besar,” kata Petronela.

Dikatakannya, pihaknya sangat selektif dalam perekrutan calon guru karena kualitas guru sangat menentukan kemajuan sumber daya manusia di seluruh wilayah Papua Barat. Olehnya, proses seleksi wajib dilalui oleh setiap calon guru pada YPPK.

“Kualitas pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas SDM di daerah ini,” tegas Kepala SD St. Sesilia Manokwari tersebut.

Sementara itu, salah seorang peserta seleksi Viadorta Tangga menyampaikan apresiasi kepada YPPK Manokwari yang telah memfasilitasi terselenggaranya seleksi tersebut. Seluruh alat peraga dan media pembelajaran yang dibutuhkan dalam proses pre-teaching disiapkan secara baik sehingga memudahkan seluruh peserta dalam menyampaikan materi pembelajaran.

“Kami hanya menyiapkan materi dalam bentuk power point dan tinggal dipresentesekan di hadapan tim seleksi,” ucap Viadorta.

Dirinya mengungkapkan sempat gugup ketika hendak menyampaikan materi pembelajaran di hadapan tim seleksi. Hal tersebut dikarenakan dirinya sudah tidak mengajar dalam kurun waktu yang cukup lama.

“Saya sudah dua tahun tidak mengajar jadi sedikit gugup. Tapi mudah-mudahan bisa lulus dan diterima mengajar di YPPK ini,” tutup Viadorta yang mengaku berasal dari Talaud Sulawesi Utara tersebut. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 26 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.