Inforial

2019, SMA Negeri 1 Ransiki Akan Terapkan UNBK

MANSEL, PB News – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) optimis metode ujian nasional berbasis komputer (UNBK) akan diimplementasikan pada periode 2019. Dari enam SMA di Kabupaten Mansel, hanya ada satu sekolah yang sudah melaksanakan UN dengan sistem berbasis teknologi tersebut yakni SMA Negeri Oransbari.

Kepala SMA Negeri 1 Ransiki Zadrak Fandy, S.Pd, mengatakan, pelaksanaan UNBK ditopang dari ketersediaan sarana prasarana seperti perangkat komputer, ruangan lab komputer, pasokan listrik dan kestabilan jaringan internet.

Awal 2019 pihak sekolah akan mengadakan pertemuan dengan orangtua murid, Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Mansel guna menanggulangi kekurangan sarana prasarana, sehingga ekspektasi penerapan UNBK bisa terakomodir.

“2019 nanti, sekolah komitmen harus laksanakan UNBK. Jadi awal tahun itu sudah mulai dipersiapkan, jangan tunggu dekat-dekat ujian baru persiapan,” ujar dia, saat dikonfirmasi Papua Barat News, Selasa (10/4/2018).

Zadrak memaparkan, sudah semestinya SMA Negeri 1 Ransiki sebagai salah satu sekolah rujukan di daerah itu menerapkan metode UNBK.

Akan tetapi kemelut keterbatasan sarana prasaran menjadi bahan pertimbangan pihak sekolah untuk tetap menggunakan sistem ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).

Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Mansel harus bersinergi memberikan perhatian khusus dan mencari solusi atas ketimpangan infrastruktur pendidikan yang kerap dijumpai di setiap sekolah pada umumnya di Papua Barat.

“Masih ada kendala, jumlah komputer yang kita pakai sangat sedikit karena hanya 10 unit komputer,” ujar dia.

Selain komputer, kata dia, pasokan jaringan internet pun belum memadai. Sedangkan implementasi UNBK harus didukung dari, ketersediaan perangkat komputer, suplay aliran listrik yang memadai, ruangan lab komputer, kestabilan jaringan internet dan sumber daya manusia (SDM) pendidik maupun murid.

“Internet di sini (Ransiki,red) belum memadai. Kalau kita paksa untuk UNBK bisa resiko,” terang dia.

Telah diberitakan media ini sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mansel Tera Auri, memaparkan, dari enam SMA di Mansel, hanya SMA Negeri Oransbari yang pertama ikut menggunakan ujian berbasis komputer.

“Sebagian besar masih pakai UNKP, jadi di Mansel ini hanya SMA Negeri Oransbari yang perdana terapkan UNBK,” kata dia.

Penyelenggaraan UNBK dan UNKP tingkat SMA di Kabupaten Mansel, terpantau lancar dan aman.

Permasalah minimnya sarana prasaran penunjang UNBK, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah demi meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Papua Barat. Saat ini, kewenangan untuk SMA/SMK dialihkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat.

“Harus ada kolaborasi antara teman-teman di provinsi dan kabupaten, dan kekurangan yang ada ini tanggung jawab dari pemerintah, karena yang duduk di sekolah itu anak-anak kita,” pungkas dia. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.