Inforial

217 Nakes di Manokwari Sudah Divaksin

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Sampai dengan pekan kedua pelaksanaan imunisasi vaksin Covid-19 di Manokwari, tercatat sebanyak 217 tenaga kesehatan (Nakes) sudah menerima layanan Vaksin Sinovac.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang mengatakan, data nakes penerima vaksin itu dihitung berdasarkan rekapitulasi sejak hari pertama sampai dengan Sabtu (23/1/2021). Jumlah tersebut  didasarkan pada laporan yang diterima  dari seluruh unit layanan vaksinasi.

“Jadi sampai dengan saat ini sudah ada 217 Nakes yang sudah diimunisasi,” ujarnya kepada Papua Barat News di Manokwari, Senin (25/1/2021).

Berdasarkan data, sambung dia, jumlah nakes yang akan menerima vaksin sebanyak 1.800 orang. Namun, hingga kini baru terealisasi sebanyak 217. Jumlah ini masih jauh dari prediksi, sebab proses registrasi melalui aplikasi Pcare mengalami hambatan jaringan. Akibatnya, banyak nakes tidak menerima konfirmasi atau undangan terkait jadwal serta lokasi penerimaan vaksin.

“Sehingga nakes kita terpaksa melakukan registerasi manual untuk mendapatkan layanan imunisasi,” kata dia.

Ia melanjutkan, jumlah nakes yang sudah terdata sebagai penerima vaksin bisa saja bertambah. Kemungkinan bertambahnya jumlah nakes tersebut karena adanya fasilitas kesehatan swasta yang belum masuk dalam sistem informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SMDK).

“Jadi masih ada kemungkinan jumlah nakesnya bertambah,” lanjut Marten.

Marten menjelaskan, pemberian imunisasi vaksin dosis pertama akan berakhir dalam beberapa hari ke depan. Karena jadwal pemberian vaksin dosis kedua sudah harus dilakukan 15 hari setelah dosis pertama. Sedangkan ada sebagian Nakes yang sudah diimunisasi pada hari pertama pelayanan.

“Jadi dosis kedua sudah harus diberikan mulai tanggal 28 Januari nanti. Selanjutnya disesuaikan dengan waktu penerimaannya,” terang dia.

Dia menambahkan, sampai dengan saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (PIKI) yang dialami oleh para nakes penerima vaksin dan membutuhkan penanganan serius. Sedangkan reaksi seperti mengantuk, pusing dan lapar merupakan bentuk reaksi tubuh terhadap vaksin yang diterima.

“Itu reaksi tubuh yang wajar terhadap vaksin. Sama dengan vaksin lainnya,” tutup Marten. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 26 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.