Inforial

275 Penyandang Disabilitas Terima Bantuan Tangan Kasih

MANOKWARI, papuabaratnews.co Sebanyak 275 orang penyandang disabilitas di wilayah Kabupaten Manokwari menerima bantuan program Tangan Kasih dari Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Papua Barat, Sabtu (9/1/2020).

Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Papua Barat Frederick Saidui mengatakan, pemberian bantuan itu sebenarnya diserahkan melalui Bank Mandiri yang sudah direkomendasikan oleh pemerintah. Akan tetapi, karena keterbatasan yang dimiliki oleh para penyandang disabilitas maka bantuan tersebut diserahkan secara langsung.

“Setelah mendengar informasi terkait keberadaan teman-teman disabilitas maka kami siapkan sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya kepada awak media usai melakukan penyerahan bantuan mewakili Gubernur Dominggus Mandacan.

Frederick mengakui, pihaknya lalai dalam mendata jumlah penyandang disabilitas yang tersebar di Provinsi Papua Barat karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Sehingga, pihaknya diinformasikan oleh pengurus penyandang disabilitas untuk menyertakan anggotanya dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami baru mengetahui secara pasti ketika mendapat informasi dari Ibu Pendeta Sherly tentang jumlah penyandang disabilitas di Manokwari,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Provinsi Papua Barat Pdt Sherly Parinusa menerangkan, jumlah penyandang disabilitas di Manokwari untuk menerima paket bantuan Tangan Kasih tersebut mengalami peningkatan dari yang ditentukan. Hal ini merupakan perjuangan dari para pengurus, maka pemerintah provinsi melalui Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan melakukan pendataan ulang dan kemudian menetapkan jumlah penerima sesuai dengan jumlah yang ditetapkan pada kesempatan tersebut.

“Sebelumnya, kami sudah disampaikan tentang jumlah penerima 250 orang. Tetapi beruntung karena kami diakomodir sampai dengan 275 orang,” ungkapnya.

Para penyandang disabilitas, kata dia, merasa sangat terbantu dengan adanya perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui program tangan kasih tersebut. Hal itu dikarenakan banyak sekali usaha-usaha kreatif yang digeluti oleh penyandang turut terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Teman-teman ini kan punya usaha sendiri. Nah, usaha mereka juga ikut terdampak akibat pandemi ini,” kata dia.

Pdt Sherly menyampaikan, semua penyandang disabilitas di Papua Barat pada umumnya maupun Manokwari khususnya belum terdata secara baik. Saat ini pihaknya juga sedang berusaha untuk mendata teman-teman penyandang lainnya di kampung-kampung yang belum sempat tercatat.

“Tidak mengabaikan teman-teman yang lain tetapi kami juga sedang berupaya mendata. Terlebih yang tinggal di kampung-kampung,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Selasa 12 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.