Inforial

Akademisi Harap Ujian Nasional Dilakukan Virtual

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Akademisi yang juga Ketua STIE Mah-Eisa Manokwari Theodorus Herin, berharap agar Ujian Nasional (UN) untuk siswa kelas akhir pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2021 dilaksanakan secara virtual atau daring. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat penyebaran Covid-19 yang masih terus terjadi hingga kini.

“Kita tentu tidak bisa membatasi keinginan berinteraksi siswa. Apalagi mereka sudah tidak bertemu dalam waktu yang lama,” ujarnya kepada Papua Barat News di Manokwari, Senin (25/1/2021).

Ia melanjutkan, sejauh ini belum ada keputusan dari pemerintah terkait mekanisme pelaksanaan UN tahun 2021. Akan tetapi, , apapun keputusan yang akan diambil harus mampu mempertimbangkan dampaknya terhadap peserta didik. Karena tujuan utama pelaksanaan pendidikan adalah, menciptakan generasi masa depan yang cerdas dan berkualitas.

“Jangan sampai karena keputusan yang keliru, tujuan pendidikan kita tidak tercapai,” kata dia.

Menurut Theo, kalaupun pemerintah tetap melaksanakan UN melalui mekanisme tatap muka, maka perlu ada koordinasi dengan pihak sekolah. Karena teknis pelaksanaannya akan tetap disiapkan oleh masing-masing sekolah penyelenggara.

“Setidaknya pihak sekolah juga harus membicarakan hal ini dengan Komite dan orang tua peserta didik,” ungkap Theo.

Ia menerangkan bahwa protokol kesehatan dalam pelaksanaan UN tentu saja akan lebih diperketat. Apalagi para peserta ujian adalah anak-anak dan remaja yang semangat berinteraksi dengan sesamanya sangat tinggi. Upaya ini tentu akan membutuhkan pengawalan dan pengawasan ekstra dari tenaga pendidik maupun orang tua.

“Bisa saja orang tua yang takut akan kondisi anaknya bisa datang sendiri untuk menjaga selama ujian berlangsung. Dan itu tentu saja akan mengganggu pekerjaan mereka,” kata dia.

Dengan pemberian les tambahan bagi siswa kelas akhir selain pembelajaran rutin, ia yakin peserta didik akan dapat mempersiapkan diri secara baik untuk mengikuti UN. Apalagi, les tambahan tersebut dikhususkan untuk mata pelajaran yang disiapkan untuk diujikan.

“Untuk itu, sebaiknya pelaksanaan UN tahun ini sebaiknya dilakukan melalui daring seperti proses pembelajaran yang berlangsung selama ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, hingga Minggu (24/1/2021) jumlah orang yang terpapar virus korona di Papua Barat mencapai 6.533 orang. Dari jumlah itu, pasien positif yang dinyatakan telah sembuh sebanyak 5.858 orang dan yang masih menjalani perawatan ada 568 orang. Sedangkan yang meninggal akibat virus korona sebanyak 107 orang.(PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 26 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.