Inforial

Aktivitas Kendaraan Akan Ditertibkan

MANOKWARI, PB News – Menindaklanjuti instruksi Bupati Kabupaten Manokwari Demas Paulus Mandacan, tentang penutupan akses jalan di Kali Konto Pasar Sanggeng yang kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas, perlu dikaji secara detail sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Manokwari, Albert Simatupang, mengatakan, sesuai dengan kesepakatan rapat maka akses jalan di Kali Konto Pasar Sanggeng tetap dibuka. Penyebab dari kemacetan adalah sering dilakukan aktivitas bongkar muatan dan penurunan penumpang tidak pada tempatnya. Solusi atas kemacetan itu diformulasikan melalui rekayasa lalu lintas yakni penertiban kendaraan roda dua maupun roda empat, agar tidak melakukan penurunan penumpang maupun barang di pinggir jalan.

“Penurunan penumpang dengan barang akan diarahkan ke terminal.  Jadi kita tertibkan kendaraan roda empat maupun roda dua yang sering menurunkan barang dan penumpang di Kali Konto itu,” ujar dia, ketika dikonfirmasi Papua Barat News usai menggelar rapat, Kamis (22/3/2018).

Saat ini, Albert melanjutkan, sosialisasi kepada para pengedara kendaraan bermotor telah dilakukan melalui pemasangan baliho dan ditempatkan petugas untuk melakukan pengawasan di lokasi tersebut.

Dia berharap, para pengedara roda dua maupun roda empat bisa bersinergi dengan kebijakan pemerintah daerah dalam menciptakan arus lalu lintas ramai lancar.

“Penempatan baliho pelarangan parkir ojek, menurunkan barang dan penumpang sebagai bentuk sosialisasi,” tutur dia.

Setelah penertiban kendaraan bermotor direalisasikan, pihak Dinas Perhubungan membutuhkan areal parkiran yang luas antisipasi terjadinya penumpukan kendaraan.

“Pembatas jalan harus dibongkar, jadi lokasi parkiran yang dekat Pos Polisi itu bisa luas menampung kendaraan,” terang dia.

Dalam kesempatan itu juga, Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Manokwari, Rosita Watofa, mengungkapkan, selain dilakukan penertiban kendaraan, para pedagang yang berjualan sepanjang Jalan Kali Konto akan didata ulang, sebelum direlokasi ke bangunan permanen.

“Data yang dulu harus diupdate, karena mau ditertibkan pedagang itu ke tempat yang lebih baik. Jadi Kali Konto tidak ditutup, kasihan kalau tutup pedagang di bawah itu bisa sepi pembeli,” ujar dia.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Wosi, Amir Habe, menuturkan, pedagang membutuhkan akses yang luas untuk menarik jumlah pembeli, dengan demikian kesepakatan tidak ditutupnya Jalan Kali Konto menjadi alternatif terbaik.

Ke depannya, komitmen dari pemerintah daerah melalui instansi terkait atas setiap kebijakan sangat diperlukan, sehingga instrumen regulasi di lapangan bisa berjalan sesuai ekspektasi pedagang dan pemda setempat.

“Kesemrawutan ini akibat dari tidak adanya ketegasan dari pemerintah. Dan jika aturan itu diterapkan harus ada feedback positif bagi pedagang,” pungkas dia.

Sebagai informasi, rapat yang digelar di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manokwari melibatkan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Manokwari dan aparat keamanan TNI/Polri, Asosiasi Pedagang Pasar Sanggeng, Disperindagkop dan Dinas Perhubungan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Manokwari.

Telah diberitakan sebelumnya di media ini, Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan kembali mengingatkan dinas teknis agar segera menutup pintu akses masuk Pasar Sanggeng. Peringatan ini disampaikan Bupati Demas lantaran sampai saat ini rencana penutupan itu belum juga direalisasikan, padahal sudah disampaikan sekitar satu tahun silam. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.