Inforial

Balitbangda Papua Barat Ganti Nama Jadi BRIDA

MANOKWARI – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Papua Barat kini telah berganti nama menjadi BRIDA, singkatan dari Badan Riset dan Inovasi Daerah.

Kepala Sub Bidang Diseminasi Kelitbangan BRIDA Papua Barat, Ezrom Batorinding mengatakan, pergantian nama itu berdasarkan Undang-Undang (UU) 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Kemudian, Peraturan Presiden (Perpres) nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Riset dan Inovasi Daerah yang selanjutnya disingkat BRIDA.

Adapun BRIDA merupakan badan perangkat daerah yang bertugas melaksanakan kebijakan, koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi di daerah sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang.

Ezrom Batorinding mengatakan BRIDA merupakan transformasi dari Balitbangda yang prosesnya dimulai tahun 2021.

“Fungsi kelitbangan Provinsi Papua Barat sebelumnya oleh Balitbangda, maka yang dibutuhkan hanya transformasi dan perubahan nomenklatur menjadi BRIDA,” terang Batoriding dalam keterangan di Manokwari, Kamis (12/5/2022).

Batorinding menegaskan tugas BRIDA Papua Barat hanya melanjutkan apa yang telah ada dan sementara dijalankan sebelumnya oleh Balitbangda, termasuk tugas baru sesuai undang-undang dan setelah mendapatkan pertimbangan dari BRIN.

Perubahan nama ini, sambung Batorinding, semua riset atau penelitian akan lebih terfokus. Di mana, kebijakan yang dikeluarkan daerah berdasarkan hasil riset yang komperhensif.

“Kemudian, koordinasi secara langsung dengan pemerintah pusat dan bantuan peneliti yang bisa memudahkan kerja-kerja terkait riset dan inovasi di daerah,” jelas dia.

Ia berharap kehadiran BRIDA menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, organisator, dan kolaborator untuk memecahkan permasalahan berbasis riset di Papua Barat.

“Di antaranya memajukan kualitas penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi. Juga menghasilkan invensi dan inovasi, meningkatkan intensitas dan kualitas interaksi, kemitraan, sinergi antar unsur pemangku kepentingan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan kemandirian termasuk daya saing daerah,” papar Batorinding. (PB1)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.