Inforial

Berhasil Tekan Inflasi, Papua Barat Terima DID Rp10,5 Miliar

MANOKWARI – Situasi ekonomi global mengancam resesi dunia internasional. tak terkecuali Indonesia ikut terkena imbasnya. Akan tetapi, pemerintah sejauh ini berhasil menjaga inflasi sehingga masyarakat masih dapat menjangkau harga-harga kebutuhan pokok.

Kabar menggembirakan juga datang dari wilayah timur Indonesia yakni Provinsi Papua Barat. Di mana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat berhasil menekan laju inflasi hingga di bawah 5%. Dengan keberhasil ini, maka Pemprov Papua Barat menerima hadiah berupa dana insentif daerah (DID) senilai Rp 10,57 miliar dari pemerintah pusat.

Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada semua pihak terkait yang telah bekerja sama untuk menjaga laju inflasi di wilayah kerjanya.

Paulus Waterpauw mengatakan, tanpa kerja keras dan kerja sama semua pihak, maka laju inflasi tak mungkin dicapai hingga di bawah 5%.

“Puji Tuhan, terima kasih kepada semua pihak khususnya di Papua Barat, karena selama beberapa waktu ini, Papua Barat bisa mempertahankan laju inflasi di bawah 3%. Hari ini angkanya naik 3,04%, tetapi di bawah 5%,” kata Paulus Waterpauw dalam keterangannya, Rabu (28/9/20200).

Ia mengatakan, Pemprov Papua Barat mendapatkan insentif dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan karena kinerja yang baik khususnya dalam menjaga laju inflasi.

Adapun reward yang diperoleh Pemprov Barat, kata Paulus Waterpauw, dalam bentuk dana insentif daerah (DID). “DID menjadi hadiah bagi keberhasilan mengendalikan inflasi. Dana DID untuk Papua Barat nilainya sebesar Rp 10,57 miliar.

Paulus Waterpauw mengatakan, dengan adanya penghargaan dari pemerintah pusat tersebut akan semakin memacu semangat organisasi perangkat daerah (OPD) dan seluruh bupati dan wali kota di Papua Barat untuk meningkatkan pembangunan sehingga pertumbuhan ekonomi terus membaik di daerah ini.

“Kami seluruh OPD akan terus bersama-sama bersatu menjalankan tugas-tugas sesuai aturan yang ada sehingga kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat,” terang Paulus Waterpauw.

Ia mengatakan, dalam hal pengalokasian anggaran senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Ini sangat efektif, misalnya dengan kegiatan yang melibatkan anak-anak muda. Termasuk peningkatan UMKM kerja sama dengan BI (Bank Indonesia) dan semua pihak. Kolaborasi ini sangat efektif memantau laju perkembangan kebutuhan pokok,” katanya.

Pemprov Papua Barat, terangnya, melakukan intervensi sejak awal dan akhirnya membuat harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya dapat ditekan.

“Saya pikir kerja yang baik. Ke depan akan ditingkatkan terus untuk mempertahankan angka inflasi di bawah 5%,” pungkasnya. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.