EKONOMIInforial

BI Prediksi Inflasi 2020 Lebih Rendah

MANOKWARI, PB News – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat memprediksi inflasi tahun 2020 lebih rendah dari sasaran inflasi nasional yaitu 3±1% (yoy).
Hal ini disumbang oleh terkoreksinya kelompok inflasi volatile food -1,79% (yoy), rendahnya inflasi administered prices -4,90% (yoy), serta inflasi inti sedikit mengalami penurunan 2,04% (yoy).
Kepala KPw Bank Indonesia Papua Barat Rut W. Eka Trisilowati mengatakan terjaganya inflasi pada level terendah tidak terlepas dari kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di seluruh Papua Barat.
“Koordinasinya yang sangat baik sehingga mampu mengawal inflasi di Papua Barat,” Kepala KPw Bank Indonesia Papua Barat Rut W. Eka Trisilowati dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia dan temu responden di Manokwari, Kamis (3/12/2020).
Dia menuturkan sejumlah program telah dilakukan melalui framework 4K yaitu kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan komunikasi efektif.
“Seperti penyelenggaraan rapat kordinasi wilayah TPID, pasar murah, operasi pasar, iklan layanan masyarakat, dan penjajakan kerja sama antar daerah,” kata Rut Eka.
Dia menambahkan tahun 2021 Bank Indonesia memprediksi inflasi meningkat terbatas dan berada pada level 3±1% (yoy). Meningkatnya inflasi terutama disebabkan oleh peningkatan daya beli masyarakat seiring optimisme pemulihan ekonomi.
Untuk itu koordinasi dan sinergi antar TPID dengan para pelaku usaha di Papua Barat perlu dipertahankan.
“Agar mampu menghadapi risiko tekanan inflasi 2021,” kata dia.
Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani mengatakan koordinasi dan komunikasi dengan Bank Indonesia intens dilakukan dalam rangka pengendalian inflasi. Upaya tersebut menujukkan keberhasilan yang dapat dilihat dari kondisi inflasi yang terjaga, rendah dan stabil.
“Di tengah kondisi pandemi Covid-19 daya beli masyarakat cenderung menurun, inflasi yang rendah membuat masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhannya dengan baik,” ucap Lakotani.
Ia menjelaskan kondisi pertumbuhan ekonomi yang semakin baik dan tingkat inflasi yang rendah dan stabil merupakan tujuan bersama. Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan instansi/lembaga terkait untuk memacu pertumbuhan ekonomi serta mencapai tingkat inflasi yang rendah dan stabil.
Wagub berharap Bank Indonesia senantiasa mendorong fungsi koordinasi moneter, fiskal, dan sektor riil di daerah, menjaga stabilitas sistem keuangan daerah, mengawal sistem pembayaran, memperkuat peran TPID dan peran advisory kepada pemda melalui dukungan kajian ekonomi dan keuangan regional, dan pengembangan UMKM.
“Sehingga perekonomian dan pencapaian inflasi Provinsi Papua Barat dapat lebih baik. Dengan sinergi itulah, Papua Barat telah menunjukkan ketahanan yang kuat dan berperan aktif terhadap upaya memajukan perekonomian Indonesia dalam dinamika ekonomi global,” pungkas Wagub.
Sebagai informasi, inflasi Papua Barat tahun 2018 sebesar 5,20% berhasil ditekan pada level terendah di tahun 2019 menjadi 2,68%.(PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.