Inforial

BP Jamsostek Manokwari: Realisasi Klaim Tahun 2020 Capai Rp20,83 Miliar

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Manokwari melaporkan total pembayaran klaim bagi para peserta selama tahun 2020, mencapai Rp20.836.845.251.

Kepala BP Jamsostek Manokwari Sunardy Sahid mengatakan, pembayaran klaim ini dibagi dalam jenis peserta aktif yakni penerima upah atau pekerja formal dan bukan penerima upah atau pekerja informal. Untuk pekerja formal ada 2.724 kasus dengan nilai klaim sebesar Rp20.659.142.521, sedangkan pekerja informal ada 33 kasus dengan jumlah pembayaran klaim  adalah Rp177.702.730.

“Total kasusnya 2.757 dan kita sudah bayarkan klaim seluruhnya itu Rp20.836.845.251,” kata Sunardy saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (13/1/2021).

Ia merincikan, pembayaran klaim untuk program jaminan hari tua (JHT) ada 2.685 kasus dengan nilai Rp18.769.135.120. Meliputi, pekerja formal 2.655 kasus dengan nilai klaim Rp18.699.432.390 dan pekerja informal ada 30 kasus dengan nilai klaim Rp69.702.730.

Kemudian, program jaminan kecelakaan kerja (JKK) total kasus ada 6 dari pekerja formal dengan nilai klaim Rp34.983.511.

“JKK ini pekerja informal tidak ada klaim,” terang dia.

Selanjutnya, untuk program jaminan kematian (JK) total kasus ada 51 dengan nilai pembayaran klaim sebesar Rp1.960.000. Terdiri dari pembayaran klaim pekerja formal Rp1.852.000.000 untuk 48 kasus dan klaim pekerja informal hanya 3 kasus dengan nilai Rp108.000.000.

“Dan program yang terakhir itu jaminan pensiun (JP) hanya dari pekerja informal ada 15 kasus, dengan nilai klaim Rp72.726.620,” ucap dia.

Sunardy menuturkan, dengan menjadi peserta pada empat program dari BP Jamsostek maka tenaga kerja akan terlindungi bilamana mengalami insinden tak terduga. Misalnya, kecelakaan kerja atau meningal dunia.

“Kemarin ada yang baru daftar dan baru bayar iuran Rp16.800, tiba-tiba meninggal dunia. Itu kami berikan ke ahli warisnya sebesar Rp42 juta,” tutur dia.

“Ini kan sifatnya jaminan sosial jadi beda dengan asuransi komersil lainnya,” kata dia menambahkan.

Penerimaan iuran

Realisasi penerimaan iuran jaminan sosial ketenagakerjaan dari tiga segmen yakni

penerima upah atau pekerja formal, bukan penerima upah atau pekerja informal dan pekerja jasa konstruksi selama tahun 2020 sebesar Rp43 miliar.

Sunardy Sahid mengatakan, jika dilihat dari target penerimaan iuran kepesertaan BP Jamsostek Cabang Manokwari sebesar Rp29 miliar, maka penerimaan tahun 2020 tembus 146%.

“Meski pandemi Covid-19 di wilayah kerja BP Jamsostek Manokwari tidak terlalu berpengaruh,” ujar dia.

Seluruh penerimaan iuran ini, kata dia, berasal dari 82.133 tenaga kerja aktif yang telah terdaftar sebagai peserta.

Meliputi, penerima upah atau pekerja formal berjumlah 34.780 orang, bukan penerima upah atau pekerja informal ada 16.025 orang dan pekerja jasa konstruksi sebanyak 31.328 orang.

Dia menjelaskan, jumlah tenaga kerja yang telah terdaftar tersebar di lima kabupaten wilayah kerja BP Jamsostek Manokwari yakni Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni dan Kabupaten Teluk Wondama. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 15 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.