Inforial

BPJS Kesehatan Terapkan Pemberian Dana Kapitasi Berbasis Kinerja

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Manokwari sejak tahun 2019 menerapkan sistem pelayanan dana Kapitasi Berbasis Kinerja kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Pelayanan Kapitasi Berbasis Kinerja tersebut menggantikan sistem pelayanan sebelumnya yaitu Kapitasi Berbasis komitmen.

Kepala Bidang (Kabid) Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Manokwari Nurus Mustikomurti mengatakan, pemberian dana Kapitasi Berbasis Kinerja lebih menekankan pada keaktifan FKTP dalam melakukan layanan kesehatan bagi masyarakat yang meliputi 3 indikator. Ketiga indikator tersebut adalah angka kontak, rasio rujukan, rasio peserta lansia yang berkunjung.

“Jadi semakin aktif FPTK dalam meraih indikator-indikator tersebut maka pembayaran dana kapitasinya akan semakin baik,” ujarnya kepada Papua Barat News di Manokwari,Selasa (2/2/21).

Nurus menjelaskan, indikator angka kontak diperoleh melalui angka kontak sakit dan kontak sehat. Kontak sakit dijelaskan sebagai jumlah pelayanan yang dilakukan dengan mendata jumlah peserta JKN yang mendatangi FKTP karena mengalami sakit. Sementara kontak sehat berarti FKTP mendatangi peserta JKN untuk melakukan penyuluhan kesehatan.

“Misalnya memberikan penyuluhan di sekolah atau di komunitas masyarakat,”  ujar Nurus.

Indikator kedua adalah rasio rujukan. Rasio rujukan teridentifikasi menjadi rujukan spesialistik dan non spesialistik. Yang dimaksud dengan rujukan spesialistik adalah pasien yang sakit mendapatkan rujukan untuk penanganan oleh Dokter Spesialis di Rumah Sakit.

“Sedangkan rujukan non spesialistik adalah pasien langsung ditangani pada FKTP yang bersangkutan,” ungkapnya.

Selanjutnya, ada indikator rasio peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bagi peserta lansia ke FKTP. Dalam konteks indikator tersebut, setiap FKTP sudah memiliki program pelayanan kepada lansia yang memiliki masalah hipertensi dan diabetes melitus. Semua pelayanan tersebut dicatat oleh FKTP untuk dilaporkan melalui aplikasi BPJS Kesehatan.

“Indikator tersebut dicatat dan dilaporkan kepada BPJS Kesehatan melalui aplikasi Primary Care untuk jadi pengalih besaran dana Kapitasi yang dibayarkan BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Diungkapkannya, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2014, dana kapitasi adalah besaran pembayaran per bulan yang dibayar oleh BPJS kepada FKTP berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. Olehnya, meskipun dalam sebulan pelayanan kesehatan di FKTP tidak mencakup seluruh peserta, akan tetapi pembayarannya dilakukan kepada seluruh peserta JKN yang terdaftar pada FKTP tersebut.

“Misalnya perserta JKN yang terdaftar 10 orang. Sedangkan yang sakit dan mendapatkan pelayanan hanya 5 orang, pembayarannya tetap terhitung 10 orang,” terang dia.

Dia menyampaikan, pembayaran dana Kapitasi dilakukan sebelum tanggal 15 setiap bulan. Proses pembayarannya melalui rekening milik FKTP yang sudah terdaftar. Apabila tanggal 15 bertepatan dengan hari libur maka bisa diundur pada hari berikutnya.

“Jadi untuk Kapitasi Berbasis Kinerja ini diberlakukan pada FKTP yang berada di daerah yang memiliki jaringan internet bagus,” sebut Nurus.

Dia juga menuturkan, untuk FKTP yang ditetapkan sebagai FKTP kawasan terpencil dan sangat terpencil serta berada di wilayah yang sulit mendapatkan akses jaringan komunikasi data, penerapannya masih menggunakan Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen.

“Daerah terpencil dan sangat terpencil ini ditetapkan atas kesepakatan BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 3 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.