Inforial

BPS: Kepatuhan Prokes di Papua Barat Cukup Baik

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Pusat Statistik melaporkan, tingkat kepatuhan masyarakat di Provinsi Papua Barat terhadap protokol kesehatan (Prokes) secara umum sudah cukup baik.

Hal ini sesuai dengan hasil survei ‘perilaku masyarakat pada masa pandemi’ yang diselenggarakan 13 hingga 20 Juli 2021 lalu, melalui website https://survey.bps.go.id/open/covid.

Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia mengatakan, kepatuhan responden memakai satu masker sudah 84,6 persen, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer ada 62,7 persen, menghindari kerumunan 74,2 persen dan menjaga jarak 56,4 persen. Hanya saja, terdapat 57,1 persen responden yang belum mengenakan masker lapis dua.

“Secara umum sudah cukup baik. Rata-ratanya di atas 50 persen,” kata Maritje saat menggelar konferensi pers virtual, Kamis pekan lalu.

Ia melanjutkan, masyarakat sudah mulai mengikuti anjuran pemerintah untuk mengurangi mobilitas di luar rumah, agar tidak tertular virus korona. Pengurangan aktivitas di luar rumah 71,5 persen, yang menjaga imun tubuh 78,8 persen, menjaga sirkulasi udara tempat tinggal 71,4 persen dan menjaga etika batuk 67,4 persen.

“Jadi tingkat kesadaran responden dalam menjaga diri sudah baik ya,” ujar Maritje.

Ia menjelaskan, aktivitas masyarakat sebelum diberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Papua Barat mencapai 81,4 persen. Tetapi, setelah adanya PPKM aktivitas di luar rumah turun 23,1 persen menjadi 58,3 persen.

Selain itu, kesadaran responden yang melaporkan ke Tim Satgas ketika terpapar Covid-19 telah mencapai 67,7 persen dan sisanya 32,3 persen tidak mau melaporkan diri mereka.

Kesadaran vaksinasi

Kesadaran responden dalam mengikuti program vaksinasi yang digalakkan oleh pemerintah daerah di Papua Barat, menunjukkan tren peningkatan. Jumlah responden yang telah divaksin sebanyak 72,3 persen dan 23,9 persen yang mengikuti vaksinasi dengan terpaksa.

Maritje menuturkan, sekitar 28,4 persen responden belum melakukan vaksinasi dengan alasan khawatir adanya efek samping, faktor kesehatan dan lainnya. Sementara yang masih mengalami kesulitan mendapatkan sarana vaksinasi hanya 27,2 persen.

“Alasannya ada yang masih mencari lokasi vaksinasi, tidak percaya efektivitas vaksin, belum ada waktu, dan faktor kesehatan,” ujar Maritje.

Bantuan PPKM

Responden dari berbagai golongan berharap, pemerintah daerah dapat memperhatikan kebutuhan jika memperpanjang PPKM di Papua Barat.

Seperti, bantuan sembako dan uang tunai untuk masyarakat berpenghasilan rendah, penyediaan perangkat internet yang stabil, serta bantuan obat-obatan selama masa PPKM tersebut.

Perlu diketahui, survei yang diselenggarakan BPS selama sepekan secara online ini melibatkan 683 responden yang tersebar di 12 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Papua Barat.

Responden terbanyak dari Kabupaten Manokwari yakni 209 responden. Kota Sorong 142 responden, Kaimana 72 responden, Teluk Bintuni 64 responden dan Kabupaten Sorong 57 responden. Sisanya di bawah 50 responden dengan jumlah terendah ada di Kabupaten Tambrauw hanya 2 responden. (PB15)

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Senin 9 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.