Inforial

Buka Festival Tanaman Hias, Bupati Hermus Ingin Jadi Agenda Tahunan

MANOKWARI – Bupati Manokwari, Hermus Indou secara resmi membuka festival tanaman hias dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di halaman kantor Kejati Papua Barat, Jalan Pahlawan Sanggeng, Manokwari, Senin (13/6/2022).

Berdasarkan infromasi yang dihimpun Papua Barat News, festival itu diikuti sekitar 14 komunitas tanaman hias dari berbagai jenis mulai dari anthurium, anggrek, kaktus, keladi, aglaonema dan anggrek.

Ketua Panitia Johanis Ada’Lebang menyampaikan, selain pameran aneka jenis tanaman hias, dalam festival ini ada beberapa kegiatan, di antaranya lomba tanaman hias, diskusi tanaman hias, dan trik budi daya tanaman hias.

“Ada juga lomba konten kreator yang melibatkan masyarakat. Festival ini merupakan yang pertama di Manokwari,” katanya saat pembukaan.

Bupati Manokwari Hermus Indou berharap festival tanaman hias ini menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Manokwari. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian bersama untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, serta upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pemerintah Daerah Manokwari sudah tentu mendukung upaya Dinas Lingkungan Hidup dan komunitas tanaman hias untuk menggelar kegiatan positif ini. Kami mendorong agar ke depan kegiatan ini bisa diagendakan untuk jauh lebih semarak,” kata Bupati Hermus saat membuka kagiatan festival tersebut.

Hermus menyebutkan, selama hampir dua tahun ada banyak agenda dilaksanakan secara terbatas bahkan ditiadakan karena pandemi Covid-19. Karena itu menurutnya, kegiatan festival ini menjadi awal kebangkitan masyarakat untuk tetap optimis dan memberikan yang terbaik meski di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Selama masa pandemi banyak kegiatan kegiatan dibatasi, nyaris terhenti dan tidak produktif. Sebab itu, kegiatan festival ini merupakan sebuah kebangkitan baru setelah melewati masa pandemic Covid-19 yang panjang. Mari kita meramaikan kembali Manokwari dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Manokwari harus hidup kembali,” papar Hermus.

Hermus menambahkan sebagai bagian dari provinsi konservasi, maka Kabupaten Manokwari mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan. Sehingga ada keseimbangan hidup dalam setiap bidang kehidupan.

“Kita tidak boleh mempentingkan hidup dan kepentingan saat ini, tapi juga harus memikirkan generasi yang akan datang,” tandas dia. (SEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.