Inforial

DKPP Beri Sanksi Peringatan kepada KPU Mansel

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manokwari Selatan bersama 4 orang komisioner dan 1 orang anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD) mendapatkan sanksi peringatan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia.

Pemberian sanksi peringatan tersebut disampaikan dalam pembacaan Sidang Kode Etik yang digelar oleh DKPP RI dan terbuka untuk umum Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Sidang Kode Etik DKPP merupakan tindak lanjut dari pengaduan yang disampaikan oleh Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Manokwari Selatan dari jalur independen David Towansiba – Eysen A.O.Pocerattu.

Anton Wopari selaku ketua KPU Mansel dilaporkan sebagai teradu I dalam aduan tersebut. Selanjutnya, masing-masing komisioner diantaranya Donald Ainusi (Teradu II), Francis E. Makaborry (Teradu III), Berend Rumaikeuw (Teradu IV) dan Melky Inden (Teradu V). Sedangkan satu orang teradu lainnya yang juga dikenai sanksi adalah Setiawan R. Wambrauw sebagai anggota PPD Ransiki.

Kuasa Hukum pengadu Habel Rumbiak mengutip isi Surat Putusan Nomor 103-PKE-DKPP/X/2020 mengatakan, berdasarkan penilaian atas fakta dalam persidangan, DKPP memeriksa keterangan pengadu, dilanjutkan dengan memeriksa dan mendengar jawaban para teradu serta mendengar keterangan pihak terkait. Tahapan terakhir adalah melakukan pemeriksaan dan mempelajari secara saksama segala bukti yang diajukan.

“Setelah seluruh tahapan itu dilalui, baru DKPP mengambil kesimpulan,” ujarnya kepada Papua Barat News di Manokwari, Selasa (22/12/2020).

Habel menuturkan, dari hasil persidangan  sebagaimana tertuang dalam surat putusan disimpulkan bahwa DKPP mengadili pengaduan pengadu. Selanjutnya, Pengadu memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan pengaduan a quo. Selain itu, para Teradu terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.

“Demikian kesimpulan yang diambil DKPP sebagai dasar pengambilan keputusan,” kata Habel.

Disampaikannya, dalam surat putusan yang dibacakan langsung oleh Ketua DKPP Republik Indonesia Muhammad tersebut, DKPP memutuskan mengabulkan pengaduan Pengadu untuk sebagian dan menjatuhkan sanksi peringatan kepada Teradu I sampai V sebagai Ketua dan Komisioner KPU Manokwari Selatan.

“Selain itu Teradu VI juga dijatuhi sanksi teguran sebagai anggota PPD Ransiki,” lanjut dia.

Habel menambahkan, selanjutnya pihak KPU diberikan waktu untuk menjalankan putusan tersebut paling lama 7 hari sejak putusan dibacakan.

“Jadi harus sudah dilaksanakan paling lambat besok,” tutup Habel. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 23 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.