InforialPARLEMENTARIA

DPR Papua Barat Mulai Bahas KUA-PPAS RAPBD 2021

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) RAPBD Provinsi Papua Barat tahun 2021, mulai dibahas DPR Papua Barat, pada Senin (8/5/2021).

“Sebenarnya mulai tanggal 5 setelah diserahkan tanggal 4, tapi ada HUT Pekabaran Injil jadi digeser ke Senin (Hari ini.red),” kata Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor kepada awak media, Jumat malam.

Perlu diketahui bahwa dokumen KUA-PPAS RAPBD Papua Barat telah diserahkan secara resmi oleh pemerintah provinsi pada rapat paripurna DPR Papua Barat masa sidang pertama di aula Aston Niu Hotel-Manokwari, Kamis sore (4/2/2021).

Wakil Ketua III DPR Papua Barat Jongky R Fonataba pada, pengelolaan keuangan daerah tentunya tidak akan terlepas dari proses perencanaan dan pengantaran APBD yang sesuai dengan mekanisme dan prosedur.

“Salah satu tahapannya adalah penyusunan rancangan KUA-PPAS,” ujar dia dalam sambutan pada rapat paripurna.

Dokumen KUA, kata dia, memuat kondisi ekonomi makro daerah, asumsi penyusunan APBD, kebijakan pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah, kebijakan pembiayaan daerah, dan strategi pencapaiannya.

“Dokumen yang diserahkan akan ditindaklanjuti dengan pembahasan,” ujar dia.

Sementara Wakil Gubernur Mohamad Lakotani dalam pidatonya menuturkan, RAPBD Provinsi Papua Barat tahun 2021 diperkirakan sebesar Rp6.830.068.181.373.

Terdiri dari, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp412.577.256.373, dan pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar Rp6.417.490.925.000.

Selanjutnya, rencana belanja pemerintah daerah Rp7.757.517.657.980 (Belanja operasi Rp3.149.940.543.621, belanja modal Rp2.328.071.882,385, belanja tak terduga Rp158.659.452.009, dan belanja transfer sebesar Rp2.100.651.045.202).

Untuk pembiayaan daerah, kata Lakotani, penerimaan pembiayaan berupa sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) tahun anggaran 2020 yang diperkirakan sebesar Rp927.449.478.628.

Lakotani menjelaskan, proyeksi pendapatan daerah 2021 mengalami penurunan 12,51% jika dibandingkan pendapatan tahun 2020.

Selanjutnya, estimasi total belanja daerah Provinsi Papua Barat tahun 2021 turun 28,3% dari jumlah belanja daerah Provinsi Papua Barat tahun 2020.(PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 8 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.