Inforial

Edukasi Bahaya Narkoba Harus Masif

MANOKWARI, papuabaratnews.co Sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba kepada masyarakat khsusnya generasi muda, harus digelorakan secara masif. Upaya ini merupakan langkah preventif membentengi generasi muda dari pengaruh buruk peredaran gelap narkoba tersebut.

“Agar semakin paham dengan bahaya narkoba ini,” ujar Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Manokwari Sri Wijiati saat dikonfirmasi Papua Barat News, Senin (1/2/2021).

Sejak LAN terbentuk Manokwari setahun terakhir, sambung dia, sosialisasi dan edukasi bagi sejumlah komunitas warga di Manokwari sudah dilakukan. Dalam proses sosialisasi tersebut, LAN mendapatkan sambutan yang positif dan kepercayaan untuk terus bergerak di sejumlah wilayah lain yang belum tersentuh sosialisasi.

“Kami juga sudah sosialisasi sampai ke Distrik Masni, Distrik Prafi dan Sidey. Kalau di kota kami masuk sampai di komunitas motor dan komunitas senam untuk ibu-ibu,” kata dia.

Menurut dia, sosialisasi kepada komunitas masyarakat seperti kelompok senam ibu-ibu adalah langkah kreatif LAN. Sebab, ibu rumah tangga adalah pendidik nomor satu dalam keluarga yang mampu memberikan pemahaman lebih kepada anak-anaknya sendiri.

“Orang tua pasti lebih tahu cara mendidik anak dalam keluarga. Karena itu, kami memilih komunitas ibu-ibu untuk menjadi sasaran sosialisasi,” terang dia.

Dia juga mengapresiasi kinerja Kepolisian Resor Manokwari dan Badan Narkotika  Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat yang telah berhasil mengamankan para pengedar dan pengguna narkoba di Manokwari dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini menujukkan bahwa pengedaran dan penggunaan narkoba masih cukup tinggi di Manokwari.

“Terus terang kami sangat menyayangkan ini. Tetapi kami semakin tertantang untuk terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” tegas dia.

Dirinya berharap, seluruh komponen masyarakat bersinergi dalam menggelorakan sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba. Karena keterlibatan generasi muda dalam penyalahgunaan narkoba, sangat berdampak pada masa depan dan kesehatan mereka.

“Tugas kita hanyalah memberikan pendidikan yang baik agar masyarakat bisa paham. Antisipasi menjadi hal yang paling dibutuhkan sebelum bahaya mendekati,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 2 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.