Inforial

Enam Pasangan Calon di Papua Positif Covid-19

JAYAPURA, papuabaratnews.co – Enam pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati di dua kabupaten di Provinsi Papua positif Covid-19. Komisi Pemilihan Umum pun menunda tahapan pemeriksaan kesehatan bagi enam pasangan ini.

Hal ini disampaikan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Divisi Teknis, Melkianus Kambu, saat dihubungi dari Jayapura, Selasa (8/9/2020). Melkianus memaparkan, lima pasangan yang terpapar Covid-19 ini berasal dari Kabupaten Keerom dan satu pasangan dari Kabupaten Supiori.

Total, terdapat 35 pasangan bakal calon yang berkas pencalonannya diterima KPU di 11 kabupaten peserta pilkada di Papua tahun ini. Pemeriksaan kesehatan seluruh pasangan dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Dok II Jayapura.

Sebelas kabupaten yang melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember meliputi Yahukimo, Asmat, Supiori, Pegunungan Bintang, Mamberamo Raya, Waropen, Nabire, Yalimo, Keerom, Merauke, dan Boven Digoel.

”Enam pasangan calon ini baru dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan di rumah sakit dan tes urine di Badan Narkotika Nasional setelah sembuh dalam 14 hari mendatang. Hak mereka untuk maju sebagai calon kepala daerah tetap terjamin,” kata Melkianus.

Ia menuturkan, 10 pasangan telah mengikuti pemeriksaan kesehatan di RSUD Dok II Jayapura pada Selasa ini. Ditargetkan pemeriksaan kesehatan bagi pasangan yang tidak terpapar Covid-19 tuntas dalam tiga hari ini.

”Kami akan menggelar rapat bersama seluruh komisioner untuk membicarakan  masalah enam pasangan calon yang terpapar Covid-19 dan upaya memperkuat protokol kesehatan selama pelaksanaan tahapan pilkada,” tuturnya.

Ia pun mengimbau agar seluruh pasangan beserta tim pemenangan dan simpatisan agar disiplin melaksanakan protokol kesehatan. ”Kami berharap seluruh tim sukses dari pasangan calon kepala daerah turut mengikuti pemeriksaan sampel usap. Sebab, mereka berinteraksi secara langsung dengan kandidat maupun para pendukung,” katanya.

Anggota Badan Pengawas Pemilu Papua, Ronald Manoach, mengatakan, pihaknya meminta seluruh penyelenggara pemilu yang hadir dalam pendaftaran enam pasangan tersebut turut mengikuti pemeriksaan sampel usap.

”Sebanyak enam komisioner yang tersebar di Keerom dan Supiori yang mengikuti langsung pendaftaran enam calon ini. Mereka akan segera mengikuti tes Covid-19 untuk memastikan kondisi kesehatannya,” kata Ronald.

Ia pun menegaskan Bawaslu Papua akan mengawasi ketat pelaksanaan tahapan pilkada dengan protokol kesehatan. Bawaslu bersama tim gugus tugas penanganan Covid-19 akan membubarkan kampanye apabila tidak mematuhi protokol kesehatan.

Ronald meminta agar seluruh pihak yang menjadi tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati agar segera mengikuti tes Covid-19 di setiap tahapan pilkada. Hal ini untuk memastikan keselamatan para kandidat. (KOM)

***Artikel ini Telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 9 September 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.