Inforial

HPN 2021, Mantan Insan Pers Juga Perlu Perhatian

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 yang mengusung tema “Bangkit dari Pandemi, Pers sebagai Akselerator Perubahan dan Pemulihan Ekonomi” harus juga menjadi momentum untuk memperhatikan kesejahteraan mantan wartawan atau insan Pers.

Masih ada mantan wartawan yang sudah lansia dan kehidupannya jauh dari kata cukup untuk hidup sehari-hari. Keadaan itu diperparah dengan bencana Non-Alam Covid-19. Dimana banyak masyarakat akar rumput yang ekonominya terdampak akibat bencana ini, termasuk mantan wartawan.

Ariel Wanma, salah satunya, Pria kelahiran Manokwari 67 tahun silam yang pernah menjadi pewarta Radio Republik Indonesia (RRI) sejak tahun 1976 itu, masih mendiami kontrakan kecil bersama dua buah hatinya. Ia telah mendedikasikan pekerjaannya di RRI Manokwari hingga memutuskan pensiun dari dunia jurnalistik pada 2010 akibat sakit yang dideritanya.

“Semangat saya masih punya, keahlian apalagi, tetapi sakit (fisik) ini memaksa saya purna tugas. Untuk itu, saya sampaikan kepada semua wartawan (Insan Pers), tetaplah semangat. Bekerjalah dengan jujur karena ini pekerjaan yang mulia,” kata Wanma saat ditemui Papua Barat News, Selasa sore (9/2/2021) di kontrakannya yang sederhana.

Dalam momen itu, Ariel Wanma sempat menyampaikan isi kepalanya dalam menapaki hiruk pikuk zaman sebagai pewarta media elektronik. Dimana peralatan yang mereka gunakan kala itu masih serba manual, berbeda dengan era kekinian yang hampir semua serba digital, termasuk wartawan media cetak.

Kendati demikian, menurut Wanma, apapun zamannya, wartawan harus mampu berperan sebagai pemersatu bangsa dan turut membantu menyuarakan aktualisasi pembangunan kemasyarakatan, terutama masyarakat akar rumput. Kritis dalam mewartakan bidang pendidikan, kesehatan dan masalah sosial.

“Dulu tidak begitu agresif seperti sekarang ini, dan sebenarnya itu adalah sebuah keunggulannya. Agresif yang sekarang harusnya mampu merubah arah kebijakan pemerintah untuk lebih condong kepada masyarakat akar rumput, bukan sebaliknya,” kata Wanma.

Disisi lain, Wanma yang telah benar-benar pensiun karena menderita penyakit asam urat, lambung kronis dan sakit pendengaran itu, mengungkapkan bahwa apapun halangan dan rintangan selama melaksanakan tugas jurnalistik, tetaplah bekerja secara jujur, penuh etika dan moralitas.

“Teman-teman Pers sebenarnya mereka bekerja di jalan yang sunyi. artinya harapan. Bisa orang ingat, bisa juga tidak,” ujar Wanma. “Saudara, tetaplah percaya, bahwasannya Tuhan selalu beserta kita, karena saya pernah mengalami itu namun tetap semangat bekerja menyuarakan kebenaran,” katanya lagi. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 10 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.