Inforial

Imigrasi Manokwari Paparkan Capaian Kinerja 2020

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Manokwari memaparkan capaian kinerja selama 2020, pada Kamis (7/1/2021). Pemaparan capaian kinerja tahunan menjadi langkah maju dalam upaya mendorong inovasi dan percepatan penyelenggaraan pelayanan publik yang cepat dan berkualitas bagi masyarakat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Manokwari Bugie Kurniawan mengatakan, sepanjang tahun 2020 terdapat kendala terbesar yang mempengaruhi realisasi program yakni pandemi Covid-19. Namun, sebagian besar program dan target Kantor Imigrasi tetap berjalan walaupun tidak sesuai rencana awal.

“Dampak pandemi Covid-19 menyebabkan pemangkasan anggaran yang luar biasa besar, sehingga menyulitkan kami di daerah,” ujarnya.

Ia melanjutkan, penerbitan paspor mengalami penurunan sebesar 70,35% atau 759 surat dibanding tahun 2019 yang mencapai 2.560 dokumen.

Kemudian, penerbitan izin tinggal kunjungan mengalami peningkatan 6,8% dikarenakan kunjungan sejumlah WNA yang tidak bisa kembali ke negara asal karena pandemi Covid-19. Peningkatan tersebut pada tahun 2019 sebesar 44 surat dan di tahun 2020 menjadi 47 surat.

“Kondisi pandemi memang ada dampak negatif tetapi juga dampak ekonomis,” urainya.

Ia melanjutkan, untuk penerbitan izin tinggal terbatas juga terjadi peningkatan. Pada tahun 2019 penerbitan izin tinggal terbatas ada 684, dan di tahun 2020 naik menjadi 921. Kenaikan ini disebabkan oleh pengajuan perpanjangan izin tinggal yang berakhir pada Januari – Februari 2021 yang telah diajukan pada Desember 2020.

“Karena pandemi sehingga banyak WNA yang tinggal di Papua Barat karena tidak dapat akses keluar daerah,” terangnya.

Selanjutnya, izin tinggal tetap juga mengalami peningkatan di tahun 2020 sebanyak 4 surat jika dibandingkan tahun 2019 yang hanya mencapai 3. Kondisi ini dipengaruhi oleh adanya kebijakan pengajuan perpanjangan izin tinggal tetap yang masa berlakunya berakhir di tahun 2020.

Bugie juga menerangkan, Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) telah terbentuk di 5 Kabupaten yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama dan Pegunungan Arfak. Selain itu juga telah terbentuk sampai di 26 Distrik.

Senada dengan itu, Kepala Sub Seksi Intelejen Keimigrasian Abraham Oscar Maitimu menegaskan, pengawasan terus dilakukan secara mandiri sebanyak 22 kali di empat kabupaten secara rutin.

“Sepanjang tahun 2020 kita telah melakukan 12 kegiatan intelejen keimigrasian,” ucap dia.

PNBP meningkat

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Manokwari mencatat jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mengalami peningkatan sebesar Rp 334.320.000.

Dengan rincian di tahun 2019 sebesar Rp1.847.330.000, meningkat menjadi Rp2.191.650.000 pada 2020. Sementara realisasi anggaran di tahun 2020 mengalami penurunan, sebab terdapat anggaran PNBP senilai Rp1.496.548.472, yang tidak dapat dicairkan.

“Karena Maksimal Pencairan (MP), tidak dapat ditarik karena pemasukan PNBP tahun 2020 tidak memenuhi target karena pandemic,” kata Bugie Kurniawan.

Selain itu, di tahun 2020 kedatangan kapal asing dari luar negeri mengalami penurunan 39,9% karena pendemi. Pada 2019 lalu ada 3.851 kunjungan kapal. Di mana sebanyak 1.795 kapal ber kru warga negara asing dan 2.056 kapal ber kru warga Indonesia. Sedangkan di tahun 2020, kunjungan kapal berkru asing sebanyak 1.045 dan ber kru Indonesia sebanyak 1.269.

“Sehingga total seluruhnya kunjungan kapal asing hanya 2.314 sepanjang tahun 2020,” pungkas dia. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 8 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.