Inforial

IPM Papua Barat Meningkat dalam Lima Tahun Terakhir

MANOKWARI – Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw menyatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Barat terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Menurutnya, hal tersebut merupakan serangkaian prestasi yang telah tercapai selama 23 tahun.

“IPM Papua Barat tahun 2017 di level 62,99 namun mengalami perubahan signifikan pada tahun 2021 yang naik empat poin menjadi 65,26,” paparnya dalam sambutan pada peringatan HUT ke-23 Provinsi Papua Barat di Manokwari, Rabu (12/10/2022).

Waterpauw membeberkan, prestasi tersebut bukan keberhasilan Provinsi Papua Barat semata, namun kerja bersama dan dukungan dari semua aparatur sipil negara (ASN) baik di provinsi maupun kabupaten dan juga BUMN, BUMD dan LSM.

“Ini ada campur tangan dari semua pihak sehingga IPM Papua Barat mengalami kenaikan,” bebernya.

Selain itu, lanjut dia, menjaga inflasi daerah pada saat krisis pasca pandemi Covid-19 di bawah 3 persen serta adanya lompatan pertumbuhan ekonomi Papua Barat dari -0,51 persen di tahun 2021 menjadi 6,04 persen pada Triwulan II tahun 2022.

“Ini sebuah prestasi yang cukup baik menurut saya. Ini akan menjadi pemicu kita untuk terus bekerja lebih ekstra lagi,” lanjutnya.

“Kita juga telah melakukan percepatan pembentukan Perdasus dan Perdasi sesuai amanat peraturan pemerintah nomor 106 dan 107 tentang pelaksanaan dan pengawasan otonomi khusus di Papua dan Papua Barat,” imbuhnya.

Selanjutnya, kata Waterpauw, ada tujuh program strategis yang terus dilakukan guna membangun Papua Barat di antaranya peningkatan kualitas SDM berkarakter, meningkatkan pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan konektifitas infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan.

Kemudian, mewujudkan pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam berkeadilan dan berkelanjutan, perbaikan manajemen penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, serta menjaga stabilitas daerah dan ketahanan masyarakat.

“Mari kita tingkatkan kemampuan dan profesionalisme, disiplin dan etos kerja yang saat ini masih terkesan kurang optimal,” ajaknya.

Ia meminta para aparatur sipil negara agar menghindari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) sebab hal tersebut akan berhadapan dengan hukum. Ia mengajak seluruh masyarakat di Papua Barat ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan ikut menciptakan keamanan dan ketentraman yang kondusif.

“Tinggalkan perilaku palang memalang kantor dan ruas-ruas jalan sebab hal itu bukan merupakan budaya manusia beradab,” kata Waterpauw.

Perayaan upacara memperingati hari ulang tahun (HUT) Papua Barat pada 12 Oktober sesuai dengan undang-undang nomor 45 tahun 1999, serta 6 Februari yang merupakan reaktifitas kembali Provinsi Papua Barat melalui Inpres nomor 1 Tahun 2003. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.