Inforial

Jaga Mutu Pendidikan, Orang Tua Diminta Berperan Lebih

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Di masa pandemi saat ini proses pembelajaran dilakukan dari rumah, sehingga  orang tua dipaksa untuk berperan lebih dalam mendampingi anak mengikuti pembelajaran. Peran orang tua sangat penting guna menjaga mutu pendidikan agar tidak merosot di tengah pandemi.

Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Papua Barat, Yohnly Edison Sulla meminta orang tua murid agar berperan lebih dalam mendampingi anak saat pembelajaran dari rumah.

Menurutnya, pola pendekatan pembelajaran yang dilakukan guru sama orang tua berbeda. Guru atau tenaga pendidik tidak hanya dilatih untuk memberikan materi pembelajaran tetapi juga memberikan pendampingan untuk siswa dalam membentuk karakter mereka sejak dini. Berbeda dengan pola pendekatan yang dilakukan orang tua.

“Orang tua saat ini harus benar-benar memposisikan diri sebagai guru, agar anak-anak bisa merasa bahwa proses belajar dari rumah sama seperti saat di sekolah,” ujarnya kepada Papua Barat News Selasa (6/10/2020).

“Proses ini sementara kita godok, karena tanggung jawab lebih banyak ke orang tua, dimana selama ini merupakan tanggung jawab guru,” sambungnya.

Ia menjelaskan, pihaknya berusaha untuk merubah pola pikir masyarakat terutama peserta didik. Jangan ada pemikiran dalam diri anak-anak bahwa jika tidak ke sekolah berarti tidak belajar. Padahal saat ini proses pembelajaran harus dilakukan dari rumah, kecuali daerah-daerah yang menurut pemerintah masuk zona hijau, maka diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka.

“Asumsi ini harus kita rubah. Dimana jika anak-anak tidak ke sekolah berarti libur, ini yang harus kita rubah. Padahal saat ini kita sedang sedang melakukan proses belajar dari rumah,” jelasnya.

Dengan pola pikir yang baik, maka mutu pendidikan di Papua Barat tidak anjlok di tengah masa pandemi saat ini.

Dikatakan, pemerintah telah melakukan upaya agar menjaga mutu pendidikan di tengah pandemi, salah satunya dengan memberikan kuota gratis kepada para peserta didik dan pendidik, mulai dari Paud hingga perguruan tinggi.

“Banyak keluhan dari masyarakat bahwa belajar daring tapi tidak ada pulsa. Sehingga selama dalam 4 bulan kedepan ini pemerintah memberikan kuota gratis bagi peserta didik, dan pendidik dari Paud Hingga perguruan tinggi.

Ia mengungkapkan tahap pertama sudah disalurkan pada tanggal 22-24 September dan 28-30 September 2020. Tahap kedua akan di salurkan dalam bulan ini pada tanggal yang sama.

Jelas Sulla, di Papua Barat dari 2085 sekolah yang sudah diunggah sebanyak 726 sekolah. Kemudian yang sudah diverifikasi oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi Pendidikan (pusdatin) dan  provider pemberi kuota sebanyak 690-an sekolah, tinggal 20-an sekolah yang belum diverifikasi.

“Untuk itu kami mengimbau agar sesegera mungkin menginput data nomor ponsel siswa dan guru untuk disampaikan melalui kepala sekolah setelah menandatangani Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM),” jelasnya.

“Kalau kepala sekolah sudah tanda tangan dan dikirim maka dari pusdatin akan memverval apakah nomor tersebut betul milik siswa yang bersangkutan atau bukan. Yang tidak nanti akan diresidu (ditolak). Dengan catatan bahwa apakah ponsel ini milik orang tua atau milik orang lain yang dipinjam untuk melakukan pembelajaran daring,” sambung Sulla.(PB23)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 7 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.