Inforial

Kelalaian Terapkan Prokes Picu Covid-19 Meningkat

MANOKWARI, papuabaratnews.co Kelalaian dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) di lingkungan masyarakat mengakibatkan tren penyebaran Covid-19 di Manokwari terus terjadi. Bahkan, beberapa pekan terakhir jumlah yang terpapar virus korona cenderung meningkat.

“Setiap hari tetap ada kasus baru. Bahkan prosentasenya cenderung meningkat,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang kepada Papua Barat News di Manokwari, Rabu (20/1/2021).

Menurut dia, peningkatan kasus yang ditunjukkan oleh grafik data yang ada tidak hanya disebabkan oleh penerapan Prokes. Penyebab lainnya adalah karena aktifnya semua layanan kesehatan yang dilengkapi dwngan laboratorium dalam melakukan pemeriksaan baik rapid tes maupun tes usap.

“Inilah faktor pendukung yang menyebabkan kasus ini diketahui meningkat,” kata dia.

Marten mengatakan, kasus akan tidak bertambah apabila masyarakat benar-benar menjalankan Prokes sesuai arahan pemerintah seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan secara teratur. Hal itu berdampak pada data grafis yang dikeluarkan karena data tersebut bersifat akumulasi dari kasus harian.

“Itu bisa terjadi ketika tidak ada lagi penularan dan ada kasus baru,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, upaya menghentikan penyebaran Covid-19 terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya adalah adanya Surat Edaran (SE) Gubernur Papua Barat tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Covid-19 di Provinsi Papua Barat. Isi surat edaran tersebut mengharuskan setiap pelaku perjalanan yang masuk ke Manokwari harus melengkapi dokumen perjalanannya dengan menunjukkan hasil rapid tes antigen.

“Ini salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” beber Marten.

Selain itu, dia melanjutkan, pemberian vaksin Covid-19 juga merupakan salah satu langkah yang diharapkan dapat menghentikan laju penularan virus tersebut di kalangan masyarakat. Dengan semakin banyak orang mendapatkan imunisasi vaksin, maka kekebalan tubuh masyarakat semakin bagus terhadap serangan virus yang mematikan tersebut.

“Jika imunisasi vaksin ini bisa mencapai 70 persen maka kekebalan kelompok akan terbentuk dan penyebaran Covid-19 kemungkinan bisa dibatasi,” tutup Marten. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 21 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.