Inforial

Kemendag Gelar Rakorda Stabilasi Harga Sembako

 

MANOKWARI, PB News – Guna memastikan kestabilan pasokan dan harga sembilan bahan pokok (Sembako) di Provinsi Papua Barat menjelang masa puasa dan lebaran, Kementrian Perdagangan (Kemendag) melakukan rapat koordinasi daerah (Rakorda) dengan sejumlah stakeholder terkait, pada Kamis (26/4/2018).

Staf Ahli Kemendag Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi, menjelaskan, sinergitas antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua Barat, pelaku usaha, distributor dan Satgas pangan sangat diharapkan dalam mewujudkan kestabilan harga bahan pokok menjelang perayaan hari besar keagamaan.

“Harus koordinasi terus supaya harga dan pasokan bisa terjaga,” ujar dia, saat dikonfirmasi Papua Barat News, Kamis (26/4/2018).

Dia melanjutkan, implementasi kebijakan mengenai harga eceran tertinggi (HET) beras untuk pasar tradisional, toko, swalayan dan tempat-tempat penjualan lainnya telah diatur dalam Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang penetapan HET harus dimonitorong secara berkala.

Apabila ditemukan pengusaha yang menjual harga beras di atas HET akan dikenakan sanksi berupa pencabutan izin usaha setelah diberi peringatan tertulis sebelumnya.

Dia berharap, seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama menjaga kestabilan harga bahan pokok jelang pembukaan puasa hingga perayaan Idul Fitri 1439 H.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Papua Barat George Yarangga, menjelaskan, kegiatan rakorda didahului dengan pemantuan harga bahan pokok di lapangan. Dari hasil pemantuan, ditemukan komoditas yang dikirim dari luar daerah Papua Barat mengalami kenaikan harga karena berkurangnya pasokan di pasaran. Penyebabnya adalah keterlambatan distribusi melalui jalur transportasi laut.

“Komoditas pangan lokal itu tidak ada masalah, harga stabil. Tapi yang dikirim dari luar itu yang ada masalah sedikit, seperti bawang merah, bawang putih,” tutur dia.

Setelah dilakukan rakorda, kata dia, Tim TPID akan melaksanakan rapat mencari alternatif mengatasi permasalah itu dan tetap berkoordinasi dengan pihak Kemendag.

“Dikoordinasikan lagi sehingga menjelang lebaran itu tidak ada masalah lagi,” ujar George.

Salah satu cara mengatasi kekurangan bahan pokok akibat keterlambatan proses distribusi adalah dengan mengoptimalkan cold storage (tempat pendingin).

“Untuk ikan, daging, sayur  telur dan lain-lain itu yang bersifat tidak tahan lama itu perlu disimpan di cold storage,” tutur dia.

Dalam kesempatan itu salah satu distributor di Kabupaten Manokwari, PT Sinar Suri, menjelaskan, ketersediaan pasokan beras premium yang didistribusikan dari Surabaya berjumlah 47 ton atau sekitar 2350 sak dan diperkirakan bisa mencukupi permintaan konsumen hingga perayaan Idul Fitri.

“Stok aman sampai Lebaran dan kita jual perkilogram Rp13.500 itu di bawah HET,”  ujar Admin PT Sinar Suri Novi.

Perlu diketahui sebelum rakorda, dilakukan kunjungan ke Pasar Wosi Manokwari, Distributor PT Makmur Perkasa, Gudang Bulog Manokwari, Ritel Modern Hadi Swalayan dan Pelabuhan Manokwari.

Berdasarkan hasil pantauan stok beras di gudang Bulog Sub Divre Manokwari mencapai 2.000 ton dan

untuk stok gula sebesar 620 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan tiga bulan ke depan.

Sebagai informasi, HET untuk beras premium Rp13.600/kg dan medium Rp10.250/kg. HET gula pasir Rp12.500/kg, HET minyak goreng curah-minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000/liter, HET daging ayam Rp32.000, HET bawang merah Rp32.000/kg, HET telur ayam Rp22.000.(PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.