Inforial

Kenaikan Tarif Ojek di Manokwari belum Ada Payung Hukum

MANOKWARI – Persatuan pejasa roda dua (Perprama) Manokwari belum lama ini menyesuaikan tarif dasar layanan ojek di wilayah Manokwari setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Penyesuaian tarif ojek bahkan naik 100 persen dari tarif sebelumnya. Misalnya dari Rp 5000 menjadi Rp 10.000 untuk rute terdekat. Sayangnya kebijakan untuk menaikan tarif layanan ojek tersebut belum ada paying hukum.

Merespon hal tersebut, DPRD Manokwari bersama Pemerintah daerah dan perwakilan pejasa roda dua menggelar rapat dengar pendapat (hearing) untuk membahas payung hukum pejasa roda dua atau ojek, pada Kamis (6/10/2022).

Asisten I Bidang Tata Praja Manokwari, Wanto mengatakan sudah ada draft keputusan untuk payung hukum pejasa roda dua (ojek). Dirinya telah memerintahkan Dinas Perhubungan Manokwari untuk melakukan pengumpulan elemen apa saja yang masuk dalam surat keputusan tersebut.

“Eksekusi surat keputusan tersebut harus ada campur tangan dari OPD terkait yang punya tanggung jawab untuk isi dari SK, Perbub maupun perda,” ujarnya.

Ia menjelaskan untuk batas waktu penyelesaian surat keputusan tersebutm kembali lagi kepada Dinas Perhubungan Manokwari. “Saya kasih waktu satu pekan untuk segera meyelesaikan. Jangan lama-lama, saya maunya harus cepat. Tidak ada yang perlu ditahan-tahan lagi. Persoalan semua sudah jelas,” jelasnya,

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada payung hukum berupa Perbub tahun 2007, namun yang saat ini masuk dalam draft adalah surat keputusan Bupati Manokwari. Dalam SK tersebut nantinya akan diatur mulai dari zonasinya, tarif ojek, penggunanya di bagi menjadi dua kategori umum dan pelajar, kemudian antrian bahan bakar minyak apakah diberikan tempat khusus. Sehingga ojek tidak mengantri BBM 2-3 jam.

“Nanti Dinas Perhubungan dengan pengurus ojek harus didatangkan supaya elemen-elemen yang masuk dalam SK atau perbub supaya merangkum semuanya. Dan nantinya tarif ojek juga akan di kaji ulang oleh dinas perhubungan dan bagian hukum,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua Perprama Manokwari, Charlos C Maryen menjelaskan kenaikan tarif ojek yang dikeluarkan melalui surat edaran merupakan kebijakan dari ketua Perprama melalui kajian dan survei.

“Sebelum menaikkan tarif ojek, pengurus Perprama melakukan survei selama tiga hari untuk memastikan keluhan atau informasi dari masyarakat,” jelasnya.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang dikumpulkan ada yang setuju dan tidak setuju terkait kenaikan tarif ojek. Berdasarkan hal tersebut, Perprama Manokwari mengambil langkah tengah untuk menaikkan tarif ojek menjadi Rp10.000 untuk wilayah dalam kota.

“Untuk luar kota itu tarifnya dalam bentuk kesepakatan antara pejasa roda dua dan penumpang di titik awal,” tukasnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.