Inforial

Kepatuhan Peserta Bayar Iuran BPJS Meningkat

MANOKWARI, papuabaratnews.co Selama tahun 2020, kepatuhan peserta dalam membayar iuran BPJS kesehatan di Papua Barat mengalami peningkatan. Hal itu berlaku untuk tiga kategori yaitu Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri, Badan Usaha dan Pemerintah.

Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Manokwari Agreivy Pakasi  mengatakan, kategori peserta mandiri kepatuhan peserta dalam membayar iuran BPJS Kesehatan mencapai 59,85%. Capaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 1% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun tidak mengalami peningkatan yang cukup signifikan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan manfaat BPJS Kesehatan bagi diri dan keluarga mereka.

“Kalau untuk peserta mandiri jumlah iuran yang dibayar mencapai Rp7 miliar sedangkan piutang mencapai Rp5 miliar,” ujarnya ketika ditemui di Manokwari, Senin (15/2/2021).

Dia menuturkan, Badan Usaha menjadi kategori yang paling rutin membayarkan iuran BPJS selama tahun 2020. Dari data laporan yang dimiliki, capaian pembayaran iuran yang dilakukan oleh Badan Usaha mencapai 99%. Penerimaan yang diperoleh dari iuran Badan Usaha sebesar Rp20 miliar. Sementara piutang yang masih belum diterima berkisar Rp100 juta.

“Jadi Badan Usaha ini yang paling rutin membayar selama tahun 2020 kemarin,” kata dia.

Untuk kategori pemerintah, lanjut Agreivy, masih diolah. Kondisi pandemi Covid-19 yang melanda daerah mengakibatkan banyak anggaran pemerintah yang harus direalokasikan untuk kepentingan penanganan pandemi. Hal itu menjadi alasan pembayaran iuran BPJS mengalami sedikit kendala sehingga masih belum direalisasikan.

“Jadi dari pemerintah masih mengalami penunggakan pembayaran. Tapi mereka berjanji akan membayar dalam waktu dekat ini,” beber Agreivy.

Menurut dia, salah satu kendala yang menyebabkan masyarakat menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan adalah karena masih banyak peserta yang belum mau diikutsertakan dalam program Autodebit yang dicanangkan pemerintah. Program tersebut merupakan upaya yang dicanangkan pemerintah untuk menghindari berbagai macam risiko penunggakan pembayaran dan mempermudah cara pembayarannya. Caranya adalah dengan pembayaran otomatis secara autodebit dari saldo yang ada di bank.

“Kalau peserta tidak daftar Autodebit bisa jadi mereka lupa atau malas membayar langsung. Tapi kalau dengan ikut Autodebit, otomatis sudah terpotong dari rekening,” imbuhnya.

Dirinya berharap agar peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan program yang sudah dicanangkan pemerintah tersebut agar dapat mengurangi resiko penunggakan dalam pembayaran iuran kesehatan di waktu-waktu mendatang. Selain itu, penggunaan fitur autodebit juga memudahkan pembayaran dilakukan tepat waktu tanpa harus mendatangi kantor BPJS Kesehatan.

“Kami berharap tahun ini sudah banyak peserta yang terdaftar Auto Debit ini,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 16 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.