Inforial

Klinik di Manokwari Tunggu Rekomendasi Terbaru

  • Soal rapid tes antigen

  

MANOKWARI, PB News – Klinik swasta di Manokwari saat ini sedang menunggu adanya rekomendasi terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari soal pelayanan rapid Tes Antigen bagi pelaku perjalanan.

“Saat ini kami masih menunggu adanya rekomendasi terbaru dari Dinkes Kabupaten,” ujar Direktur Klinik Papua Medika dr. Adhe Ismawan kepada Papua Barat News di Manokwari, Rabu pekan lalu.

Dia mengatakan, pihaknya sudah disampaikan oleh Dinas Kesehatan Manokwari untuk melakukan registerasi ulang guna menginput sarana dan prasarana yang dimiliki oleh setiap fasilitas penyedia layanan rapid tes antigen. Registerasi ulang tersebut dilakukan guna mengetahui fasilitas pendukung dan penunjang penyelenggara atau penyedia layanan dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Ada link pendaftaran yang sedang diproses untuk meregisterasi ulang. Itu merupakan kerjasama antara Dinas Kesehatan dan pihak KKP,” kata dia.

Disampaikannya, pihaknya juga sedang berupaya meningkatkan kualitas pelayanan guna memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah. Karena tujuan dari pelayanan adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas bepergian.

“Kami juga terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan di klinik kami,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut dia, tujuan utama dari pelayanan rapid tes antigen bukan hanya sekedar memenuhi syarat untuk dapat melakukan perjalanan. Oleh karena itu, sarana dan prasarana yang tersedia di setiap layanan harus memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

“Jadi pelayanan rapid tes antigen kepada masyarakat itu benar-benar terstandar kualitasnya,” kata dia.

Dia menjelaskan, hampir semua klinik yang sebelumnya menjadi penyedia layanan rapid tes antibodi memiliki kesempatan untuk melakukan pelayanan rapid tes antigen. Akan tetapi pihaknya juga perlu melakukan pendataan ulang guna mengetahui kelengkapan sarana penunjang dalam memberikan pelayanan tersebut seperti  laboratorium dan tenaga ahlinya.

“Intinya adalah memudahkan pelayanan kepada masyarakat untuk melakukan perjalanan. Karena verifikasi akhir dilakukan oleh KKP pada saat hendak berangkat,” tutup Marten. (PB25)

Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin (1 Februari 2021)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.