EKONOMIInforial

KPP Manokwari Catat Penerimaan Pajak 2020 Tumbuh 1,52%

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Manokwari mencatat kinerja penerimaan pajak dari Januari sampai Desember 2020 sebesar Rp1.195.701.682.163.

Jumlah ini mengalami pertumbuhan 1,52% jika dibandingkan dengan penerimaan tahun 2019 yakni Rp1.117.835.069.104.

Kepala KPP Manokwari T B Sofiuddin mengatakan, realisasi penerimaan pajak selama tahun 2020 juga berhasil melampaui target sebesar Rp1.165.050.104.000. Dengan demikian, kinerja pencapaian penerimaan pajak tumbuh 102,63%.

“Secara over all penerimaan pajak melampui target dan mengalami pertumbuhan dari tahun lalu,” kata dia dalam acara konfrensi pers yang diselenggarakan di Gedung Keuangan Negara Manokwari, Selasa (12/1/2021).

Dia merincikan, untuk pajak penghasilan yang terdiri dari PPh non migas dan PPh migas terealisasi sebesar Rp541.251.559.698. Jumlah ini melebihi target yang ditetapkan yakni Rp546.258.552.000 atau tumbuh 99,08%. Namun, bila dibandingkan dengan tahun 2019 penerimaan pajak penghasilan terkontraksi -3,49%.

Kemudian, dari sisi penerimaan PPN dan PPnBM   mampu terealisasi sebesar Rp601.487.277.976 atau mengalami pencapaian 101,46% dari target sebesar Rp592.837.615.000. Jumlah ini tumbuh 7,34% jika dibandingkan dengan penerimaan PPN dan PPnBM tahun 2019 yang hanya Rp560.371.323.525.

“Ini (PPN dan PPnBM, red) mungkin disumbang oleh belanja-belanja konstruksi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” jelas Sofiuddin.

Dia melanjutkan, penerimaan dari PBB dan BPHTB selama tahun 2020 sebesar Rp44.885.408.994 atau tumbuh 254,27% dari target yang ditetapkan sebesar Rp17.653.003.000. Akan tetapi, penerimaan tahun 2020 mengalami kontraksi -7,44% bila dibandingkan tahun 2019 yang mampu mencapai Rp48.492.168.020.

“Kita masih mengelola PBB tapi bukan sektor perkotaan dan perdesaan (P2), karena itu sudah di pemerintah daerah. Yang kami kelola di sektor pertambangan migas dan minerba,” terang Sofiuddin.

Selanjutnya, kata dia, penerimaan dari pendapatan PPh DTP sebanyak Rp1.102.798.828 dan pajak lainnya sebesar Rp6.974.636.667 atau hanya 84,02% dari target sebesar Rp8.300.934.000. Penerimaan pajak lainnya juga terkontraksi -14,59% bila dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai Rp8.166.382.684.

Ia menjelaskan, seluruh penerimaan pajak ini berasal dari lima kabupaten yang merupakan wilayah kerja KPP Manokwari meliputi Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.

Perlu diketahui, pada masa pandemi Covid-19 hampir seluruh Kantor Pajak ditargetkan untuk mempertahankan pertumbuhannya. Target penerimaan KPP Manokwari dari Direktorat Jenderal Pajak adalah 0,5%, dan realisasinya mampu melampui target pertumbuhan tersebut.

Sektor konstruksi terbesar

KPP Manokwari mengungkapkan ada enam sektor dominan penerimaan pajak yakni sektor konstruksi, administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran kendaraan serta sektor jasa keuangan dan asuransi.

Kepala KPP Manokwari T B Sofiuddin mengatakan, dari keenam sektor itu, jasa konstruksi memberikan kontribusi paling besar atas penerimaan pajak selama tahun 2020 sebesar Rp423.230.493.248. Jumlah ini mengalami penurunan 9,19% jika dibanding tahun 2019 sebesar Rp466.044.364.333.

Sektor kedua adalah administrasi pemerintah dan jaminan sosial wajib yang terealisasi Rp270.245.305.381 atau tumbuh 13,42% jika dibandingkan dengan tahun 2019 yakni Rp238.262.055.406.

“Sektor pertambangan dan penggalian terealisasi Rp167.993.708.407 atau tumbuh 29,51% dari tahun lalu,” ujar Sofiuddin.

Selanjutnya, sektor industri pengolahan berhasil terealisasi sebesar Rp110.784.925.429 atau tumbuh 111,03% dari penerimaan tahun 2019 yang hanya Rp52.498.269.827.

“Penerimaan dari sektor perdagangan besar dan eceran kendaraan sebesar Rp55.456.730.825 terkontraksi -3,01% bila dibandingkan dengan 2019 yang tercatat Rp57.180.345.488,” ucap dia.

Untuk sektor jasa keuangan dan asuransi, kata dia, selama tahun 2020 hanya mampu terealisasi Rp38.631.085.569 lebih rendah dari tahun 2019 yang tercatat Rp47.082.459.375. Dan, penerimaan dari sektor lainnya adalah Rp129.359.431.357. Sehingga total penerimaan selama tahun 2020 dari seluruh sektor pajak adalah Rp1.195.701.680.143.

Sebagai informasi, kontribusi dari sektor jasa konstruksi terhadap penerimaan pajak selama tahun 2020 adalah 35,40%, sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib 22,60%, sektor pertambangan dan penggalian 14,05%, sektor industri pengolahan 9,27%, sektor perdagangan besar dan eceran kendaraan 4,64%, sektor jasa keuangan dan asuransi 3,23% dan sektor lainnya 10,82%. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 15 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.