EKONOMIInforial

KPP Manokwari Catat Penerimaan Pajak Tumbuh 16,74%

  • Sektor konstruksi dominan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Manokwari mencatat, realisasi penerimaan pajak hingga 30 November 2021 mencapai Rp1,016 triliun. Apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020, maka kinerja penerimaan pajak tumbuh 16,74% (year on year/yoy).

“Target untuk tahun ini sebanyak Rp1,388 triliun, sehingga pencapaiannya sudah 74,06%,” kata Kepala KPP Manokwari T. B. Sofiuddin saat konferensi pers, Selasa (7/8/2021).

Ia menjelaskan, penerimaan pajak tersebut bersumber dari empat komponen yaitu pajak penghasilan, PPN (pajak pertambahan nilai) dan PPnBM (pajak penjualan barang mewah), PBB (pajak bumi dan bangunan) dan BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan) serta pajak lainnya.

Untuk pajak penghasilan, realisasinya mencapai Rp508,79 miliar atau 93,1% dari target Rp562,98 miliar. Kemudian, PPN dan PPnBM terealisasi Rp453,65 miliar atau 58,12% dari target Rp780,60 miliar. Realisasi PBB dan BPHTB sebanyak Rp44,39 miliar atau 715,75% dari target Rp6,20 miliar, serta penerimaan pajak lainnya sebanyak Rp9,33 miliar atau hanya 23,94% dari target sebesar Rp39,01 miliar.

“Dari sisi pertumbuhan, pajak penghasilan tumbuh 18,4% (yoy), PPN dan PPnBM tumbuh 13,45% (yoy), PBB dan BPHTB tumbuh 28,57%, serta pajak lainnya juga tumbuh 48,44%. Secara total, tumbuhnya 16,74%” jelas Sofiuddin.

Ia menerangkan, ada 11 sektor dominan yang memberikan kontribusi terhadap penerimaan pajak. Meliputi, sektor konstruksi 37,65%, administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib 22,15%, pertambangan dan penggalian 12,82%, industri pengolahan 6,91%, perdagangan besar dan eceran 5,22%, jasa keuangan dan asuransi 2,62%, jasa persewaan dan penunjang usaha lainnya 2,34%, kegiatan jasa lainnya 2,08%, transportasi dan pergudangan 2,07%, jasa profesional dan teknis 1,83%, serta sektor pertanian kehutanan dan perikanan 1,43%. “Sektor konstruksi memberikan kontribusi paling dominan,” tutur Sofiuddin.

Kontribusi Lima wilayah kerja

KPP Manokwari memiliki lima wilayah kerja yaitu Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama.

Sejak Januari hingga 30 November 2021, penerimaan pajak di Manokwari mencapai Rp645,43 miliar, disusul Teluk Bintuni sebanyak Rp341,58 miliar, Teluk Wondama Rp39,76 miliar, Manokwari Selatan Rp13,66 miliar dan Pegunungan Arfak Rp10,82 miliar.

“Kenapa Manokwari lebih besar, karena ada dua pusat pemerintahan yaitu Pemerintahan Kabupaten Manokwari dan Pemerintahan Provinsi Papua Barat,” ujar Kepala KPP Manokwari T. B. Sofiuddin.

Ia menambahkan, kehadiran LNG Tangguh di Teluk Bintuni memberikan dampak signifikan terhadap penerimaan pajak dibandingkan tiga kabupaten lainnya di wilayah kerja KPP Manokwari. (PB15)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 9 Desember 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.