Inforial

KPU Papua Barat Goes To Campus, Jaring Pemilih Generasi Millenial

MANOKWARI, PB News – Mendekati perhelatan Pileg dan Pilpres 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Barat terus melakukan sosialisasi. Bahkan dalam kegiatan KPU Goes To Campus 2018 yang pertama kali dilaksanakan di Universitas Papua (Unipa) Manokwari disambut dengan antusias oleh para mahasiswa.

“Dengan sosialisasi ini, diharapkan para generasi millennial berani menyalurkan suaranya di Pemilu 2019 mendatang. Bahkan, akses untuk data pemilih pemula dan muda bisa diakses secara online. Sehingga, pada Pemilu tahun 2019 nanti, mereka lebih sadar, peduli terhadap nasib negeri dan tak memilih golput,” kata Christine Rumkabu, Komisioner  KPU Papua Barat yang ditemui Papua Barat News dan sejumlah media lain di sela kegiatan tersebut, Rabu (18/4).

Christine yang juga penanggung jawab Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Papua Barat itu menuturkan, dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang, pihaknya gencar memberikan pendidikan seputar pemahaman kepemiluan kepada masyarakat.

“Diantaranya, melalui Event-event sosialisasi, seperti KPU Goes To Campus yang kita lakukan hari ini di Aula Unipa, kegiatan Forum LSM/Ormas yang terlaksana di Abresso Cafe, Senin 16 April 2018 lalu, Pemilu Expo dan Forum Warga di Halaman eks Mutiara Hotel Sanggeng, Kamis,19April 2018 bessok,” tuturnya.

Tak hanya itu, kata dia, KPU juga akan menggelar kegiatan pergelaran seni budaya yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 21 April 2018 bertempat di Gor Sanggeng sekira pukul 19.00 WIT. Dimana akan menampilkan Sanggar Tari Papua dan Papua Paradise Band, Tarian Nusantara serta Arfak Dance.

“Sekali lagi tujuan (KPU, red) kita, selain lebih humanis kepada masyarakat, juga yang utama mengajak masyarakat untuk ikut peduli dan berpartisipasi pada Pemilu serentak 2019 nanti. Makanya kita langsung door to door mendatangi masyarakat termaksud pelajar dan mahasiswa sebagai pemilih pemula. Karena suksesnya Pemilu bukan sukses KPU, tapi sukses kita semua,” terang Christine.

Pantauan Koran ini, puluhan mahasiswa yang hadir dalam kegiatan ini tak hanya duduk diam mendengar materi seputar kepemiluan, yang disampaikan Anggota KPU PB Yotam Senis selaku bidang hukum dan Christine Rumkabu selaku penanggung jawab bidang sumber daya manusia (SDM), namun juga ikut diajak memerankan, baik sebagai pemilih, penyelenggara maupun peserta pemilih.

Sebelumnya, Ketua KPU Papua Barat, Amus Atkana, Senin (16/4) mengatakan, selain meningkatkan partisipasi pemilih, hal itu dilakukan untuk menciptakan penyelenggara pemilu yang berintegritas.

Menurut dia, intergritas penyelenggara pemilu menjadi faktor penting selain dukungan masyarakat, peserta pemilu serta elemen lainnya.

“Kami melasanakan kegiatan coffee break. Ini sebetulnya sosialisasi, namun kami kemas serta memilih tempat yang lebih santai,” kata dia.

Selain menyampaikan informasi terkait pelaksanaan Pemilu 2019, melalui diskusi dua arah pada kegiatan tersebut KPU ingin memperoleh masukan dari masyarakat terkait penyelenggaraan pemilu. “Coffee break” menyasar masyarakat umum, pengurus partai politik serta organisasi masyarakat.

“Kami juga akan melaksanakan kegiatan serupa di kampus bertajuk KPU goes to campus. Kami ingin menyasar pemilih pemula yang usianya baru 17 tahun,” kata dia.

Ia memprakirakan, jumlah pemilih pemula pada Pemilu tahun depan cukup signifikan. Pihaknya tak ingin mereka menghilangkan kesempatan itu lantaran kurangnya informasi.

Upaya meningkatkan partisipasi pemilih, lanjut Amus, tak hanya dilakukan KPU provinsi. KPU kabupaten/kota diberikan tanggungjawab yang sama untuk merumuskan kegiatan kreatif di wilayah kerja masing-masing. (PB14)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.