Inforial

Manokwari Terima 4.200 Vaksin Sinovac

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kabupaten Manokwari menerima sebanyak 4.200 vaksin produksi Sinovac yang didistribusikan dari Provinsi Papua Barat. Pendistribusian vaksin tersebut dilakukan pada Minggu (17/1/2021) dengan kawalan ketat aparat keamanan.

Sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Manokwari Yosina Orboy mengatakan, setelah launching vaksin Covid-19 oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Kamis (14/1/2021) lalu, Kabupaten Manokwari juga sudah melakukan vaksinasi di wilayahnya. Proses vaksinasi sudah dilakukan terhitung dua hari setelah launching tersebut.

“Ada beberapa layanan kesehatan yang sudah ambil. Jadi hari ini kita hanya terima 4.059 vaksin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang mengatakan, pada Jumat (15/1/2021) ada sejumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) di Manokwari yang divaksin. Kegiatan vaksinasi tersebut dilakukan di RSAL dr. Azhar Zahir Manokwari. Karena pelayanan di RSAL sudah dilakukan maka ada sejumlah vaksin yang sudah terpakai.

“Itupun terbatas dengan jumlah Nakes yang terdaftar di aplikasi sehingga mereka menyiapkan vaksinnya untuk proses vaksinasi,” ujarnya.

Dia menyebutkan, untuk selanjutnya seluruh Nakes yang sudah terdaftar di aplikasi Pcare sebagai pemerima vaksin sudah dapat divaksin sesuai dengan pilihan fasilitas layanan tempat dirinya mendaftar.

“Ada 1800-an Nakes yang sudah terdaftar sebagai penerima vaksin di Manokwari. Jadi nanti mereka tinggal menunggu kapan diundang,” ungkap Marten.

Nantinya, lanjut Marten, Nakes yang sudah terdaftar akan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan yaitu registerasi dan screening untuk memastikan apakah dirinya layak untuk menerima vaksin atau tidak. Apabila dalam proses screening, Nakes yang sudah terdaftar tersebut tidak bersedia divaksin maka pemberian vaksinnya bisa ditunda.

“Jadi selain dia sehat, tetapi juga dia juga bersedia divaksin,” tuturnya.

Marten menuturkan, di kemudian hari apabila seluruh Nakes sudah divaksin dan masih ada vaksin yang sisa, maka vaksin tersebut akan dikembalikan ke pemerintah provinsi untuk dimanfaatkan di tahap berikutnya.

Dikonfirmasi terkait tempat penyimpanan vaksin di Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, dia menjelaskan, saat ini seluruh persyaratan ruang penyimpanan sudah sesuai dengan standar suhu yang ditentukan. Berdasarkan standar yang diatur dalam juknis, vaksin harus disimpan dalam ruangan dengan suhu 2 derajat sampai dengan 8 derajat celcius.

“Tadi setelah kita masukkan vaksin, suhunya sudah turun di kisaran 7 derajat Celcius,” terang Marten.

Selanjutnya, pihaknya meminta bantuan kepada aparat keamanan untuk melakukan penjagaan terhadap ruang penyimpanan vaksin tersebut. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden tentang penjagaan dan pengawalan terhadap keberadaan vaksin Covid-19 yang ada.

“Penjagaan ini dilakukan sampai dengan pendistribusian ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang melayani vaksinasi. Pendistribusian sesuai dengan kebutuhan berdasarkan aplikasi. Karena dalam satu hari, satu Faskes hanya bisa melayani 45 penerima vaksin yang dibagi dalam 3 sesi. Satu sesi dibolehkan untuk 15 orang,” tutup Marten. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 18 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.