Inforial

Masyarakat Diminta Lestarikan Alam

  • Cegah bencana

 MANOKWARI, papuabaratnews.co Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat mengimbau agar seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dalam melestarikan alam di wilayah setempat.

Sehingga, potensi bencana alam baik itu banjir, tanah longsor dan gempa dapat diminimalisir.

Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir mengatakan, peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat dibutuhkan. Sebab, kondisi geografis Papua Barat merupakan wilayah yang berada di lingkaran  api dunia (ring of fire).

“Papua Barat berada dalam lingkaran api dunia sehingga potensi bencana akan terjadi di sini,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Kamis (28/1/2021).

Ia menerangkan, seluruh kabupaten/kota di Papua Barat memiliki potensi bencana alam baik gempa maupun banjir. Sehingga, masyarakat perlu selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

“Hampir seluruh daerah di Papua Barat memiliki potensi bencana alam,” terangnya.

Selain itu, kata dia, kepadatan penduduk di wilayah perkotaan menjadi penyumbang resiko potensi bencana alam. Contohnya, banyak warga mulai membangun rumah di pinggiran pantai atau bantaran sungai. Padahal, letak rumah tersebut sangat berisiko apabila terjadi bencana.

Ia lalu berharap, warga sadar akan bahaya tersebut dengan tidak mendirikan bangunan tempat tinggal di daerah yang semestinya steril dari permukiman penduduk.

“Banyaknya bangunan liar yang dibangun warga juga turut menyumbang tingginya resiko terjadinya bencana alam,” tandasnya.

Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat baik di perkotaan maupun di perdesaan agar mengikuti anjuran pemerintah dalam prosedur kewaspadaan bencana. Kepatuhan itu ditunjukkan dengan tidak merusak rambu-rambu evakuasi yang telah di tempatkan oleh pemerintah.

“Rambu-rambu bencana yang dipasang di tiap kompleks dan kampung  harus dijaga karena sangat penting pada saat terjadinya bencana,” tutur dia.

Kearifan lokal

Masyarakat asli Papua Barat banyak memiliki kearifan lokal dalam mendeteksi akan perubahan alam. Kearifan lokal itu berupa pertanda awal sebelum terjadinya bencana, hal ini hanya dipahami oleh orang-orang tertentu yang kemudian diinformasikan ke warga lainnya.

“Masyarakat memiliki kearifan lokal untuk memahami gejala alam sebagai pertanda awal sebelum bencana alam terjadi,” ucap Derek Ampnir. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Jumat 29 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.