Inforial

Masyarakat Diminta Tetap Waspada Bahaya Malaria dan DBD

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Ditengah mengganasnya penyebaran Covid-19 di wilayah Manokwari saat ini, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap bahaya penyakit Malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang mengatakan meskipun kasus malaria dan DBD tidak terlalu menonjol selama tahun 2020, bukan berarti penyakit tersebut tidak ada. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan demi terhindar dari penyakit endemik tersebut.

“Karena penularan penyakit ini melalui vektor yaitu gigitan nyamuk yang memiliki plasmodium parasit. Jadi sebaiknya tetap jaga kebersihan rumah dan lingkungan dari genangan air yang menjadi sarang nyamuk,” ujarnya di Manokwari, Kamis (28/1/2021).

Marten menjelaskan, selain pengendalian secara biologis atau lingkungan, masyarakat juga bisa melakukan pengendalian dengan cara menggunakan kelambu pada saat tidur.   Selain itu, sebelum jam tidur, masyarakat juga diimbau untuk mengenakan baju yang sedapat mungkin menutupi lebih banyak bagian tubuh.

“Bisa seperti baju lengan panjang dan celana panjang. Apalagi di saat musim hujan seperti sekarang ini,” kata dia.

Disampaikannya, program rutin bidang pencegahan dan pengendalian penyakit baik menular maupun tidak menular selama tahun 2020 terus dijalankan. Semua layanan kesehatan pemerintah tetap menjalankan tugas dan fungsinya secara baik walaupun pandemi Covid-19 merebak sangat cepat dan intens.

“Karena malaria dan DBD adalah penyakit endemis yang ada di daerah kita maka upaya pengendaliannya terus dilaksanakan,” lanjut dia.

Marten menambahkan, sebagai daerah dengan prosentase penularan malaria dan DBD yang cukup besar, upaya pencegahan dan pengendalian harus terus digelorakan. Hal itu dilakukan agar Manokwari bisa masuk dalam kategori kabupaten yang tereliminasi dari kedua penyakit tersebut.

“Puji Tuhan, sejak bulan April sampai dengan saat ini kami belum menerima laporan dari puskesmas maupun masyarakat tentang kasus ini. Terakhir di bulan Maret 2020 ada sebanyak 13 kasus,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Jumat 29 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.