Inforial

Masyarakat Toraja Manokwari Diimbau Tetap Patuhi Prokes

MANOKWARI, papuabaratnws.co – Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Manokwari, Appi Pakilaran mengimbau kepada seluruh masyarakat Toraja di wilayah setempat, agar tetap mematuhi aturan protokol kesehatan (Prokes) sesuai anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Janganlah kita menganggap enteng, anggap remeh apa yang membuat dunia sekarang jadi khawatir,” kata Appi dalam perayaan Natal bersama IKT Manokwari yang diselenggarakan di GKI Eben Heazer Fanindi, pada Sabtu (5/12/2020) malam.

Dia melanjutkan kedisiplinan diri menerapkan aturan prokes 3M (memakai masker, menjaga jarak aman dan rajin mencuci tangan) menjadi hal yang sangat penting. Disiplin 3M merupakan bentuk kesadaran masing-masing individu demi keselamatan diri sendiri, keluarga dan masyarakat umum di Kabupaten Manokwari.

“Menjaga sesama kita, dimana kita berada baik di lingkungan kerja maupun di lingkungan tempat tinggal kita,” ujar dia.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak awal Desember tahun 2019, kata dia, telah memberikan efek buruk bagi seluruh sektor kehidupan baik itu kesehatan, perekonomian dan lainnya. Virus tersebut telah menginfeksi jutaan penduduk di dunia, sebagiannya telah meninggal dunia.

Angka kumulatif penyebaran Covid-19 di Kabupaten Manokwari per 4 Desember 2020 sebanyak 1.429 terkonfirmasi positif. Dari jumlah itu, 1.124 penderita sudah dinyatakan sembuh, yang masih dalam perawatan medis 284 orang dan meninggal dunia karena Covid-19 ada 21 orang.

Appi menjelaskan, sejumlah masyarakat Toraja pun terkena imbas dari virus tersebut. Dengan demikian, kedisiplinan diri menjadi hal paling utama agar mampu menekan penyebaran virus

“Ada yang masih dirawat, sebagian jalani isolasi mandiri tetapi ada juga yang sudah mendahului kita. Kita berduka,” tutur Appi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan mengapresiasi kepedulian IKT Kabupaten Manokwari yang telah menerapkan aturan prokes dalam perayaan ibadah Natal bersama.

Hal ini terbukti dari jumlah peserta dibatasi, pengaturan jarak duduk dan penyediaan tempat cuci tangan sebelum memasuki Gereja.

“Menjadi contoh yang baik, IKT sudah menerapkan protokol kesehatan dalam perayaan ibadah Natal ini,” ucap Dominggus.

Dia mengaku selalu diundang dalam perayaan Natal bersama yang digelar oleh IKT Manokwari. Biasanya, seluruh masyarakat Toraja turut berpartisipasi. Akan tetapi, dengan adanya pandemi perayaan tersebut harus dilakukan sesuai aturan protokol kesehatan.

“Sebelum-sebelumnya itu halaman penuh sampai di samping-samping Gedung Wanita. Tidak ada yang kosong,” jelas Dominggus.

Gubernur juga memberikan apresiasi atas kontribusi masyarakat Toraja dalam pembangunan daerah di Tanah Papua, khususnya Provinsi Papua Barat. Masyarakat Toraja dinilai selalu mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Ada yang sebagai TNI, Polri, ASN provinsi, kabupaten bahkan sampai ke kampung-kampung. Ada juga sebagai pengusaha UMKM dan juga kontraktor,” tutur Dominggus.

Ia lalu mengajak seluruh masyarakat Toraja di Kabupaten Manokwari tetap berdoa agar kondisi pandemi bisa berakhir, sehingga aktivitas sosial kembali berjalan normal.

Staf Ahli Bupati Kabupaten Manokwari drg. Hendri Sembiring menambahkan perayaan Natal tahun 2020 berbeda dengan tahun sebelumnya karena pandemi belum berakhir. Ibadah Natal bersama harus dimaknai dengan meneguhkan iman kepada Yesus Kristus yang hadir membawa kedamaian bagi umat Kristen di dunia.

“Bukan hanya keluarga Toraja tetapi untuk masyarakat umum lainnya,” ucap Sembiring.

Dia berharap IKT Manokwari merefleksikan kebesaran dan kasih karunia Tuhan Yesus yang telah menyertai dalam setiap aktivitas sehari-hari.(PB15)

** Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 7 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.