Inforial

MRPB dan Polda Gelar Pertemuan Bahas soal Casis Bintara Otsus

  • Banyak Casis OAP yang gugur

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) menggelar pertemuan dengan Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat di Manokwari, Rabu 23 Juni 2021.

Pertemuan tersebut dihadiri juga oleh Biro Otonomi Khusus (Otsus) Setda Papua Barat, guna membahas persoalan banyaknya casis orang asli Papua yang gugur dalam proses seleksi Bintara Polri jalur Otsus.

Jumlah casis Bintara Otsus mencapai 4 ribuan, sedangkan kuotanya hanya 1.500 orang saja.

Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren mengatakan, laporan yang telah diterima ada sekitar 27 anak asli Papua gugur dalam tahapan pemeriksaan kesehatan kedua. Kondisi ini memancing reaksi, karena kebanyakan dari mereka yang telah dinyatakan gugur itu kembali melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit lain dan hasilnya dinyatakan negatif.

“Mereka (casis, red) ragu dengan hasil pemeriksaan itu dan kembali periksa di RSAL dan RSUD, ternyata tidak sesuai hasil Polda Papua Barat,” kata Maxsi kepada sejumlah awak media usai pertemuan.

Sehingga, MRPB menawarkan agar Polda Papua Barat melakukan pemeriksaan kesehatan ulang dengan tim medis yang berbeda untuk memberikan kepastian bagi para casis yang telah dinyatakan gugur. Namun, pemeriksaan kesehatan ulang membutuhkan biaya yang besar guna membayar tim medis dan Polda tidak memiliki anggaran itu. “Dan, Biro Otsus Setda sudah sepakat siapkan anggaran untuk datangkan tim medis,” jelas Maxsi.

Menurut dia, apabila pemeriksaan kesehatan ulang dan hasilnya negatif, maka berhak diakomodir oleh Polda Papua Barat untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan. “Kalau positif ya gugur,” tegas dia.

Maxsi mengakui bahwa pimpinan Polri telah memberikan kebijakan terkait penurunan standar nilai dalam setiap tahapan seleksi Bintara Otsus, dibanding standar nilai seleksi Bintara jalur reguler. “Sudah sangat turun sekali,” ujar dia.

Sementara itu, Wakil Kepala Polda Papua Barat Brigjen Patrige Rudolf Renwarin menjelaskan, hasil pemeriksaan kesehatan penyakit dalam seperti jantung dan lain-lain semua tergantung kualitas peralatan yang dipergunakan. “Apakah alat ini sudah sesuai atau belum. Artinya sesuai dengan standar yang dipakai oleh Polri dalam seleksi,” tutur dia.

Meskipun banyak casis melakukan protes atas hasil pemeriksaan kesehatan, tahapan seleksi akan terus berjalan sesuai jadwal. Dalam setiap proses seleksi, sudah pasti ada yang dinyatakan tidak lulus. Akan tetapi, anak-anak Papua yang belum berkesempatan menjadi anggota Polri pada tahun ini harus dipersiapkan agar dapat mengikuti seleksi tahun depan. “Pemerintah harus bisa membantu Polda untuk mengalokasikan sedikit anggaran menyiapkan mereka agar tahun depan bisa lulus,” ujar dia.

Terkait dengan permintaan dari MRPB untuk melakukan pengumuman di akhir dari seluruh tahapan seleksi, maka terlebih dahulu dikonsultasikan dengan Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing. “Harus kita laporkan, kan berkaitan dengan kebijakan,” pungkas dia. (PB15)

 

**Berita ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 24 Juni 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.