Inforial

Musa’ad Canangkan 9 Program Utama Papua Barat Daya

SORONG – Penjabat Gubernur Papua Barat Daya Muhammad Musa’ad resmi memulai kegiatan pemerintahan di Kota Sorong pada Jumat (16/11/2022). Musaad mencanangkan sembilan program utama dalam 100 hari kerja di provinsi yang terdiri dari satu kota dan lima kabupaten itu.

Sebelumnya, Musaad tiba di Sorong, ibu kota Provinsi Papua Barat Daya, pada Jumat pagi. Ribuan orang dari berbagai kalangan usia menyambut mantan Asisten II Setda Pemerintah Provinsi Papua itu dengan prosesi adat Malamoi, seperti pemberian koba-koba (pelindung) adat asli Malamoi, pemakaian Kain Adat Asal Moi sebagai bentuk pinangan Musa’ad sebagai Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barar Daya serta pemakaian mahkota kehormatan.

DPR menyetujui mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya menjadi undang-undang pada 17 November 2022. Papua Barat Daya menjadi provinsi ke-6 di Papua dan provinsi ke-38 di Indonesia.

Papua Barat Daya dimekarkan dari Provinsi Papua Barat. Papua Barat Daya meliputi Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Tambrauw, dan Kabupaten Maybrat.

Musaad mengatakan, terdapat sembilan program utama yang telah disiapkannya. Sembilan program itu adalah konsolidasi pihak internal dan eksternal, penataan regulasi, meletakkan dasar pembangunan, menyiapkan infrastruktur pemerintahan, penataan organisasi serta lembaga efektif dan manajemen aparatur sipil negara (ASN).

Program lainnya adalah koordinasi pengalihan personel ASN, pendanaan prasarana dan dokumen (P3D), mempersiapkan pemilihan anggota MRP dan DPRP, serta berkoordinasi dalam pembentukan lembaga penyelenggara pemilu dan menyiapkan tahapan Pemilu 2024.

”Kami akan bersinergi dengan Pemprov Papua Barat dan pusat dalam pengalihan personel ASN, pendanaan prasarana dan dokumen. Saya bersama Penjabat Sekretaris Daerah Pemprov Papua Barat Daya Edison Siagian akan menunjuk para pelaksana tugas kepala dinas di setiap instansi,” ujar Musaad.

Ia pun menyatakan akan berkoordinasi dengan kepala daerah di satu kota dan lima kabupaten untuk sinkronisasi data demografi Papua Barat Daya, seperti jumlah penduduk. Data tersebut sangat penting dalam pelaksanaan pemilu pada tahun 2024.

”Kami juga telah bertemu dengan KPU dan Bawaslu RI untuk menyiapkan tahap pemilu pascapenetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2022. Pemda di lima kabupaten dan satu kota telah menyiapkan data pemilih,” kata Musaad.

Tokoh masyarakat adat Sorong dari suku Malamoi, Melkias Osok, mengatakan, pihaknya menyambut baik penjabat gubernur Papua Barat Daya yang telah ditunjuk pemerintah pusat. Melkias berharap Musaad bersama jajarannya dapat menyiapkan program yang berdampak pada pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.

Dari data penelitian demografi oleh akademisi Universitas Papua, Agus Sumule, jumlah penduduk Papua Barat Daya mencapai 591.061 jiwa. Namun, angka rata-rata lama sekolah hanya tujuh tahun atau sampai jenjang SMP.

Isgar Muhammad Tumoka, akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sorong, berharap Pemprov Papua Barat Daya dapat memprioritaskan penyediaan fasilitas dan sumber daya manusia yang mendukung sektor pendidikan serta layanan publik lainnya. Selain itu, pemda juga harus menyiapkan para ASN yang kompeten di setiap instansi. (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.