Inforial

Papua Barat Segera Vaksinasi Covid-19

  • Sejumlah Pejabat dan Tokoh Masyarakat Bakal Jadi Orang Pertama

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat berencana melaksanakan vaksinasi Covid-19 perdana pada Kamis (14/1/2021). Sejumlah pejabat Pemprov, tokoh agama, dan tokoh adat akan menjadi penerima vaksin pertama. Masyarakat Papua Barat dihimbau tidak takut divaksinasi dan menganggap vaksin berbahaya.

Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat Derek Ampnir mengatakan, pihaknya sudah melakukan konsolidasi  dengan sejumlah pejabat pemerintah maupun tokoh masyarakat dan pemuka  agama untuk menjadi penerima vaksin produksi Sinovac tersebut. Konsolidasi kepada sejumlah tokoh tersebut bermaksud untuk mendapatkan dukungan sehingga dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk tidak takut menerima vaksin.

“Sudah ada sekitar 12 orang tokoh panutan yang terdaftar jadi penerima vaksin ini,” ujar Ampnir kepada awak media di Manokwari seusai menghadiri Rapat Persiapan Vaksinasi di Manokwari, Sabtu (9/1/2021) akhir pekan lalu.

Dia menerangkan, ada beberapa tokoh agama yang tidak bisa menerima vaksin karena terkendala usia. Hal tersebut dikarenakan pemanfaatan vaksin produksi Sinovac hanya dikhususkan kepada kelompok usia 18 sampai dengan 59 tahun.

“Jadi ada beberapa tokoh agama yang tidak bisa divaksin karena faktor usia. Tapi mereka memberikan legitimasi kepada tokoh lain dalam lingkungannya untuk menambah jumlah peserta,” kata dia.

Ampnir menuturkan, selain kesiapan personel, pihaknya juga sedang melakukan persiapan-persiapan teknis lainnya untuk pelaksanaan launching pemberian vaksinasi tahap pertama. Sesuai dengan instruksi Nasional, maka pelaksanaan vaksinasi di daerah dilakukan mulai 14 Januari 2021 yang akan datang.

“Untuk launching vaksinasi, akan kita lakukan di RSUD Provinsi Papua Barat,” lanjut Ampnir.

Berdasarkan data personel Forkopimda yang akan menerima vaksin pada saat launching nanti terdapat Wakajati Papua Barat Witono,  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorongan. Direktur RSUD Provinsi Papua Barat dr. Arnold Tiniap, Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir, tokoh Dewan Adat Papua Zakarias Horota, Sekretaris PRB Napoleon Fakdawer, Sekretaris FKUB Ida Bagus Putu Candi dan beberapa tokoh agama lainnya.

“Pak Wakajati bahkan menjadi orang pertama yang menawarkan diri untuk divaksin,” terang Ampnir.

Dia juga mengajak kepada para tokoh agama dan tokoh adat untuk turut membantu mensosialisasikan rencana vaksinasi tersebut kepada seluruh masyarakat dan umat di lingkungan masing-masing. Karena dengan demikian, para tokoh tersebut telah membantu pemerintah untuk menghalau laju pertumbuhan Covid-19 di Papua Barat.

“Dukungan sudah ada. Jadi kami juga berharap agar para tokoh agama dan tokoh adat yang ada bisa membuat edaran kepada umat dan masyarakatnya agar menerima vaksin ini,” tutup dia. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Selasa 12 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.