Inforial

Pelindo Manokwari Buka Layanan 24 Jam

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Demi menjamin kelancaran distribusi bahan pokok menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, maka pelayanan di Pelabuhan Manokwari akan dibuka selama 24 jam.

General Manager PT Pelindo 4 Cabang Manokwari Suparman mengatakan, koordinasi sangat diperlukan agar pengambilan barang di atas pukul 18.00 WIT dari pelaku usaha dapat dilayani. Menurutnya, penambahan jam layanan dari batas normal merupakan bentuk dukungan Pelindo kepada pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan bahan pokok.

“Mau ambil jam 10 malam juga boleh. Ini khusus barang kebutuhan pokok saja, kalau yang lain ikut jam operasional normal,” kata dia kepada awak media, Rabu (3/12/2020).

Selain penambahan jam operasional, sambung Suparman, arus masuk keluar kapal di pelabuhan juga sudah diatur untuk melayani dua kapal sekaligus. Baik itu kapal penumpang maupun kapal barang yang mengangkut kebutuhan pokok.

“Khusus momen ini, kapal pengangkut bahan pokok lebih diprioritaskan. Kan jembatantan kita sudah 350 meter, jadi kita sudah atur,” terang dia.

Pelindo juga terus membangun koordinasi dengan pihak pelayaran yang hendak mendistribusikan bahan pokok ke Manokwari, jika terjadi keterlambatan. Sehingga, mekanisme pengaturan arus masuk dan keluar kapal di pelabuhan tetap berjalan lancar.

Suparman menjelaskan lahan milik Pemerintah Provinsi Papua Barat akan dipergunakan sementara waktu untuk menampung peti kemas yang masuk. Sebab, area penimbunan peti kemas hingga kini masih sangat terbatas. Apalagi, menjelang perayaan hari besar keagamaan akan terjadi lonjakan jumlah peti kemas yang masuk ke Manokwari dari hari biasa. Peti kemas yang masuk di Pelabuhan Manokwari setiap bulan mencapai 3 ribu peti kemas.

“Pak Gubernur sudah berikan persetujuannya, tapi secara teknis kita tentu harus berkoordinasi dengan instansi terkait,” jelas Suparman.

Dia memprediksi arus masuk peti kemas menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di tengah masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan, bila dibanding dengan momen yang sama sebelumnya.

“Biasanya kami susun peti kemas itu sampai lima susun. Itu sangat berbahaya, tapi kami keterbatasan lahan,” jelas dia.

“Tahun lalu itu peningkatannya bisa sampai 20 persen. Tapi tahun ada Covid-19, mungkin lebih sedikit,” kata dia lagi.

Suparman menerangkan Pelabuhan Manokwari sebagai sentral pasokan bahan pokok untuk kabupaten lain seperti Kabupaten Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, bahkan Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.

“Kita jadi pintu masuk ke daerah lain,” pungkas Suparman. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Jumat 4 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.