Inforial

Pemda Diminta Serius Perbaiki Jalan

MANOKWARI, PB News – Upaya pemerintah mendorong konektivitas antar-daerah di Provinsi Papua Barat belum tercapai sepenuhnya, karena kondisi jalur jalan dari Kabupaten Manokwari menuju Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) mengalami kerusakan yang menghambat transportasi darat dan bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Kerusakan jalan juga terjadi di jalur Manokwari-Sorong dan Manokwari-Teluk Bintuni  yang sudah semestinya ditangani dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait. Dari proses pembangunan jalan sampai pada tahapan maintance (perbaikan), perlu dikontrol rutin.

Perbaikan akses jalan juga menjadi penunjangan pengembangan ekonomi daerah di sektor pariwisata dan menekan disparitas harga komoditas.

Ilustrasinya, dengan adanya perbaikan jalanan maka, proses pendistribusian hasil panen para petani dari daerah yang mau dijual ke kota tidak terhambat oleh kerusakan jalan. Sedangkan dari sisi pariwisata, akses jalan menjadi penentu untuk menarik daya tarik dan jumlah wisatawan untuk berkunjung.

“Beberapa waktu lalu ada juga kecelakaan di jalan menuju Kabupaten pegaf. Sehingga Jalan dari arah Manokwari ke Pegaf, Manowkari Selatan ke Pegaf dan Warmare ke Pegaf harus didukung pembangunannya untuk menghindari adanya kecelakaan,” kata Anggota Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPRD Provinsi Papua Barat, Yurthinus Mandacan, saat dikonfirmasi Papua Barat News, Senin (26/3/2018).

Selain itu, kata dia, penambahan lampu jalan juga dibutuhkan guna mengurangi angka kemacetan akibat kondisi daerah yang gelap.

Dari hasil kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat di Kabupaten Pegaf, terungkap sejumlah keluhan masyarakat seperti, belum maksimal dan merata akses jaringan komunikasi dan penyaluran dana rencana strategis pembangunan kampung (Respek) belum menyeluruh.

“Sekarang data Otsus dibagikan 90 dan 10, sehingga dana 100 juta setiap kampung diminta untuk dinaikan menjadi 200 juta,” jelasnya.
“Alat komunikasi juga harus menjadi perhatian, kalau di ibu kota kabupaten memang sudah ada melainkan yang di perkampungan belum ada sama sekali,” katanya menambahkan.
Menurut Yurthinus, jaringan komunikasi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan pembangunan suatu wilayah.

“Jika di suatu daerah tidak ada jaringan telekomunikasi maka daerah tersebut pastinya akan lambat berkembang,” pungkas dia. (PB9)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.