Inforial

Pemkab Manokwari Memastikan Akan Tekan Inflasi

MANOKWARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manokwari mencatatkan inflasi sebesar 4,92 persen pada Oktober 2022, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,84.

Inflasi terjadi karena ada kenaikan harga hampir pada sembilan dari sebelas indeks kelompok pengeluaran. Hanya dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks.

Tiga kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi secara kumulatif adalah transportasi, makanan dan minuman, serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, memastikan Pemkab Manokwari akan melakukan sejumlah upaya agar laju inflasi bisa ditekan.

“Kita memberi perhatian pada tiga item penyumbang tertinggi inflasi di Manokwari yaitu ikan, cabai dan transportasi udara. Kitaa ingin memastikan bahwa ke depan agar inflasi di Manokwari tidak meningkat, tetapi turun sebagaimana pencapaian di bulan bulan sebelumnya,” kata Hermus saat menghadiri rapat mingguan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Bupati Manokwari, Kamis (10/11/2022).

Ia menjelaskan, untuk komoditas ikan, yaitu ikan ekor kuning dan tongkol,  memiliki peminat atau konsumen yang tinggi tetapi ketersediaan di pasaran cukup rendah. Menurutnya, terbatasnya ikan di pasar lantaran adanya kelangkaan bahan bakar minyak bagi para nelayan.

Untuk komoditas cabai, lanjut Hermus, akan diupayakan dengan memperbanyak penanaman cabai melalui gerakan menanam bersama.

“Kita perlu mengajak petani untuk meningkatkan produksi cabai agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan menekan harga cabai di pasar,” katanya.

Sementara terkait transportasi udara, menurut Hermus, tingginya harga tiket pesawat lantaran keterbatasan maskapai penerbangan dan rendahnya jam terbang di Bandara Rendani Manokwari. Ia menilai permasalahan ini berkaitan erat dengan kapasitas Bandara Rendani yang belum memadai.

“Untuk soal ini, yang sudah dilakukan adalah memperpanjang landasan pacu agar maskapai bisa memperbanyak jumlah penerbangan dari dan ke Manokwari. Kita berharap dengan begitu sedikit banyak akan menekan harga tiket pesawat,” terangnya.

Selain itu, Hermus mengaku sudah menyurat Kementerian Perhubungan dan maskapai penerbangan untuk menambah jumlah pesawat dan jam terbang ke Bandara Rendani Manokwari.

“Hal itu harus kita lakukan guna menekan tingginya harga tiket pesawat, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2023,” katanya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.